Sifat serat linen

Sifat – sifat serat linen:

  1. Kain linen termasuk kain yang kaku dan tidak mudah menempel pada kulit
  2. Mudah menyerap keringat dari kulit pemakainya
  3. Kain linen kuat dan awet, bertambah kuat saat basah
  4. Tidak mulur dan tidak mudah tergores
  5. Serat linen tidak fleksibel, akibatnya kain dari serat linen akan mudah patah jika dilpat dan disetrika lipatannya terus menerus.
  6. Kain linen cenderung menolak kotoran, sehingga mudah dibersihkan
  7. Pakaian dari kain linen dapat dicuci dengan dry cleaning, mesin cuci atau uap
  8. Kain linen memang mudah kusut, sehingga perlu sering disetrika. Beberapa lebih suka setelah dicuci cukup diangin – anginkan saja tanpa disetrika.

(Fashion Tekstil. Penulis : Adi Kusrianto. Penerbit :Andi Yogyakarta)

Sifat serat kapuk

Sifat – sifat serat kapuk

  1. Seratnya sangat elastis
  2. Mampu menahan keluar masuknya hawa panas dan hawa dingin
  3. Kapuk dari Jawa berdaya apung tinggi diatas permukaan air, berdaya redam suara dan tidak disukai kutu
  4. Serat kapuk berwarna coklat kekuning – kuningan dan mengkilap
  5. Serat kapuk sangat lembut, licin, getas dan tidak elastis karena dindingnya sangat tipis. Sifat tersebut menyebabkan serat kapuk tidak mudah dipintal
  6. Berat jenis zat serat sangat kecil (bd 0,04) yang menyebabkan serat kapuk mudah mengembang.
  7. Sifat melenting yang baik, transparan, tidak higroskopis (tidak menyerap air), menyerap suara, mudah sekali terbakar, anti septik dan bersifat menghambat panas yang tidak baik

(Fashion Tekstil. Penulis : Adi Kusrianto. Penerbit :Andi Yogyakarta)

Pemeliharaan pakaian yang terbuat dari serat kapas

Pemeliharaan pakaian yang terbuat dari serat kapas

  1. Kain dari kapas dapat dicuci dengan sabun cuci biasa, sabun cream dan sabun yang banyak lindi (caustic soda)
  2. Kain putih dapat dikelantang dengan sabun biasa dan obat – obat kelantang (obat pemutih/whitening agent)
  3. Dapat dijemur dengan bagian buruk bahan keluar dan dijemur pada tempat teduh serta kena angin
  4. Disetrika yang panas supaya kusutnya hilang
  5. Disimpan di lemari dan bila bahan tidak sering di pakai, hendaklah sekali dalam sebulan dijemur di panas matahari untuk menghilangkan bau apeknya.

(Fashion Tekstil. Penulis : Adi Kusrianto. Penerbit :Andi Yogyakarta)

Kain yang dibuat tanpa serat

Kain yang dibuat tanpa menggunakan serat maupun benang adalah :

  1. Kain tapa. Dibuat dengan menumbuk beberapa lapisan tipis dari kulit bagian dalam pohon sejenis mulberry. Kain tapa mirip kertas krep, yang digunakan untuk pakaian oleh penduduk di beberapa daerah tertentu.
  2. Kertas. Kertas juga digunakan untuk bahan pakaian dan tekstil untuk rumah tangga seperti untuk serbet, taplak dan lainnya.
  3. Plastik sheet dan films. Metode yang digunakan dalam pembuatan kain plastik adalah polimerisasi dari resin yang diikuti dengan proses kaladering. Kain jenis ini mempunyai varias tebal, mulai dari lapisan yang sangat tipis dan transparan seperti selopan sampai kain yang berat dan tebal yang digunakan untuk kain pembungkus tempat duduk.

(Ilmu Tekstil. Penulis : Dewi Suliyanthini. Penerbit: Rajawali Pers)

Metode pembuatan kain serat

Kain yang dibuat dari serat pembuatannya tergantung dari serat yang digunakan. Beberapa metode yang digunakan, yaitu:

  1. Metode pengempaan (felting). Hasil kainnya disebut kempa (felting), yang biasanya dibuat langsung dari serat wol dengan pengerjaan mekanik, kimia, uap dan panas. Serat wol akan menggelembung dalam air dan saling mengait/menjerat satu sama lainnya dan akan tetap dalam keadaan demikian ketika dipres (di kempa)
  2. Metode bonding. Bonding adalah suatu proses pengerjaan serat – serat tkstil sedemikian rupa sehingga serat – serat tersebut saling brpegangan satu sama lain dengan perantaraan adhesive (perekat) atau plastik membentuk suaut lapisan yang tipis yang biasanya dinamakan kain bonded (bonded fabric), kain web ( web fabric) atau kain tanpa anyaman ( non woven fabric)
  3. Sprayed – fibre fabric. Kain ini dibuat dari viscous serat, yaitu cairan yang cepat menggumpal yang disemprotkan (spray) dengan tekanan udara. Hasilnya berupa serat – serat yang dikumpulkan diatas suatu permukaan datar berlubang.

(Ilmu Tekstil. Penulis : Dewi Suliyanthini. Penerbit: Rajawali Pers)

Pembuatan kain

Kain yang dibuat dari benang. Kain ini dibuat dengan bermacam – macam cara, yaitu:

  1. Dengan metode anyaman ( interlacing). Proses yang digunakan pada metode ini ialah penenunan (weaving) yaitu proses penganyaman (interlacing) antara benang lusi dan benang pakan yang letaknya tegak lurus satu sama lain. Hasil benang ini disebut kain tenun (woven fabric). Alat yang digunakan untuk pembuatan kain tenun dapat berupa gedogan, alat tenun bukan mesin (ATBM) dan alat tenun mesin (ATM).
  2. Dengan model jeratan (interlooping). Proses yang digunakan adalah perajutan (knitting), yaitu proses pembuatan jeratan – jeratan (loops) benang dengan alat yang terdiri dari jarum – jarum berkait /berlidah. Hasil kainnya disebut kain rajut (knitted fabric) yang bersifat elastis dan porous.
  3. Dengan metode jalinan (interwisting). Proses yang digunakan termasuk merenda (crocheting), netting dan lace.
  4. Dengan metode braiding (flaiting). Ialah proses pembuatan pita dengan penganyaman tiga helai benang atau lebih. Bahan yang berupa benang dapat pula diganti dengan pita kain. Hasil kain dapat berupa helai pita atau pita tabung.

(Ilmu Tekstil. Penulis : Dewi Suliyanthini. Penerbit: Rajawali Pers)

Struktur benang tekstil

Struktur benang tekstil. Semua jenis benang tekstil dibuat atau tersusun dari serat tekstil, baik berupa serat – serat pendek maupun serat tilaman. Berdasarkan strukturnya benang tekstil dapat digolongkan menjadi:

  1. Benang yang tersusun dari serat – serat stapel dengan pemberian antihan (twist). Jenis benang ini biasanya disebut benang pintal, benang stapel atau benang single (single yarn)
  2. Benang yang tersusun dari dua stapel atau lebih dan di gintir satu sama lain. jenis benang ini biasanya di sebut benang gintir (ply – yarn)
  3. Benang yang dibuat dari dua benang gintir atau lebih dan digintir lagi. Jenis benang ini biasanya disebut benang tali atau cord – yarn
  4. Benang yang dibuat dari dua benang tali atau lebih dan digintir lagi. Jenis benang ini biasanya disebut benang kabel
  5. Benang yang dibentuk oleh satu serat saja yang panjang sekali. Jenis benang ini biasanya disebut benang mono filamen
  6. Benang yang tersusun dari beberapa filamen tanpa antihan. Benang ini disebut benang filamen
  7. Benang yang tersusun dari beberapa filamen dan antihan
  8. Benang hias (facy yarns)
  9. Benang yang dibuat dari serat filamen dan mengalami proses sedemikian rupa sehingga kenampakannya atau bentuknya menjadi keriting, jeratan, mengkerut dan sebagainya. Jenis benang ini biasanya disebut benang tekstur ( textured yarn)
  10. Benang yang tersusun dari serat – serat stapel tanpa diberi antihan (twist). Jenis benang ini biasanya disebut benang tanpa antihan (untwisted yarn)

(Ilmu Tekstil. Penulis : Dewi Suliyanthini. Penerbit: Rajawali Pers)

Klasifikasi benang tekstil

Klasifikasi benang tekstil. Beberapa contoh dari beberapa klasifikasi benang tekstil dapat di dasarkan menurut:

  1. Jenis serata: misalnya benang kapas, benang wol, benang sutera, benang linen, benang sintetis dan lainnya.
  2. Cara pembuatannya: benang pintal, benang gintir, benang garu, benang sisir dan lainnya
  3. Fungsinya: benang jahit, benang lusi, benang pakan, benang sulam, benang rajut, benang tenun, benang hias dan lainnya.

Menurut penggunaanya, benang tekstil diklasifikasikan atas dua golongan yaitu benang tenun dan benang rajut. Benang tenun diklasifikasikan kedalam dua golongan lagi yaitu benang lusi dan benang pakan. Benang lusi yaitu benang – benang pada kain yang sejajar dengan panjang kain. Benang lusi pada umumnya lebih kuat. Antihannya lebih tinggi dan lebih kecil dibandingkan dengan benang pakan yaitu benang yang bersilangan dengan benang lusi pada kain tenun.

Benang rajut biasanya lebih lemas dibandingkan dengan benang tenun karena serat – seratnya lebih panjang dan jumlah antihannya lebih sedikit. Tiap jenis benang tekstil memiliki sifat kekhususannya sendiri – sendiri yang tergantung dari jenis seratnya, cara pembuatannya dan penggunaannya.

(Ilmu Tekstil. Penulis : Dewi Suliyanthini. Penerbit: Rajawali Pers)

Serat full sintetis

Serat full sintetis. Serat yang termasuk kedalam golongan full sintetis adalah …

  1. Polyester
  2. Poliamida
  3. Poliakrilat
  4. Poliuretan

Sifat serat sintetis adalah kurang menyerap air ( hidrofob). Uji pembakaran serat full sintetis, meninggalkan sisa abu pembakaran  mengkeret seperti lelehan plastik, apinya meleleh baunya seperti plastik terbakar.

 (Ilmu Tekstil. Penulis : Dewi Suliyanthini. Penerbit: Rajawali Pers)

Klasifikasi kapas

Klasifikasi kapas. Menurut cara klasifikasi Amerika, mutu kapas ditentukan oleh tiga faktor, yaitu:

  1. Grade. Grade kapas ditentukan oleh warna, kotoran dan persiapan. Kelompok warna tersebut yaitu, white, light spotted, spotted, tinged dan yellow stained. Pembagian grade dalam kelompok warna di dasarkan atas derajat kegelapan warna, dimana grade yang yang lebih tinggi mempunyai warna yang lebih rendah. Kotoran kapas dapat berupa daun, ranting, kulit batang, biji, pecahan biji, rumput, pasir, minyak dan debu.
  2. Panjang stapel. Panjang stapel merupakan faktor penting untuk menentukan mutu kapas, karena kehalusan dan kekuatan serat berhubungan dengan panjang serat.
  3. Karakter. Karakter adalah semua sifat yang menentukan mutu kapas, kecuali grade dan panjang stapel. Karakter dapat digunakan sebagai keterangan tambahan mengenai daya pintal serat. Sifat – sifat yang termasuk dalam karakter yaitu, kehalusan dan kedewasaan, kerataan panjang serat dan sifat – sifat gesekan.

(Ilmu Tekstil. Penulis : Dewi Suliyanthini. Penerbit: Rajawali Pers)