Sebab – sebab manusia berpakaian.
a. Keinginan untuk menghias diri. Memenuhi rasa keindahan, karena pakaian membuat penampilan diri lebih menarik. Pakaian dapat dibuat sedemikian rupa sehingga kekurangan – kekurangan pada bentuk badan seseorang dapat ditutupi
b. Kebutuhan melindungi diri. Untuk memenuhi syarat kesehatan. Pakaian sebagai pelindung badan dari pengaruh luar, seperti hawa dingin, hawa panas, sinar matahari, hujan angin, benda – benda tajam, sengatan atau gigitan serangga
c. Rasa kesusilaan. Untuk memenuhi peradaban dan kesusilaan, peniruan cara berpakaian serta jenis pakaian yang dikenakan disesuaikan dengan norma – norma susila yang berlaku dalam lingkungan masyarakat.
(Keterampilan Tata Busana di Madrasah Aliyah jilid 1. Penulis Dr. Hj. Suprihatiningsing. Penerbit Deepublish)
Penulis: honeycreations.wordpress.com
Busana
Busana adalah segala sesuatu yang kita pakai mulai dari kepala (rambut), sampai ujung mata kaki yang meliputi hal – hal berikut:
- Bersifat pokok, seperti gaun, rok, blus, kemeja, celana (pantaloon), kain sarung, kebaya, singlet, rok dalam, celana dalam dan BH
- Bersifat pelengkap (miilineries), seperti tas, sepatu/sandal, dasi, ikat pinggang, topi, selendang/kerudung dan syal
- Bersifat menambah keindahan (accessories) seperti bando, pita rambut, sirkam, jepit hias, giwang, kalung,gelang, cincin
(Keterampilan Tata Busana di Madrasah Aliyah jilid 1. Penulis Dr. Hj. Suprihatiningsing. Penerbit Deepublish)
dunia mode dan bidang usaha pembuatan pakaian
dunia mode dan bidang usaha pembuatan pakaian
- Haute Cauture. Sistem penjahitan tingkat tinggi. Struktur organisasi rumah mode ini mempunyai perancang – perancang mode yang selalu menciptakan model – model baru untuk tiap musim
- Boutique. Toko pakaian yang menjual pakaian jadi serta pelengkap pakaian lainnya. Misalnya tas, sepatu, topi, corsage, gesper, dll. Juga menerima jahitan sesuai pesanan selera pemesan
- Atelier atau workshop adalah toko yang khusus melayani pesanan pembuatan pakaian menurut model dan ukuran pemesan
- Pabrik konveksi. Pabrik pakaian jadi yang dibuat secara massal dengan ukuran standar S,M,L dan XL
(Keterampilan Tata Busana di Madrasah Aliyah jilid 1. Penulis Dr. Hj. Suprihatiningsing. Penerbit Deepublish)
macam – macam gunting
macam – macam gunting
- gunting kain yaitu hanya untuk menggunting kain. Gunting kain yang baik adalah yang tajam, sekrup terpasang rapat, terbuat dari baja yang tidak mudah berkarat. Gunting kain tidak boleh digunakan untuk menggunting kertas karen akan tumpul
- guntng kertas, digunakan untuk menggunting pola
- gunting zig zag, gunting ini digunakan untuk membuat hiasan zigzag pada bahan
- gunting benang untuk membersihkan benang sisa – sisa menjahit
- gunting pendedel yaitu gunting dengan satu masa pisau yang sangat kecil gunanya untuk membuka jahitan yang salah
(Keterampilan Tata Busana di Madrasah Aliyah jilid 1. Penulis Dr. Hj. Suprihatiningsing. Penerbit Deepublish)
cara perawatan mesin jahit
cara perawatan mesin jahit
- bagian luar mesin hendaknya di lap tiap hari
- jarum dilepaskan, penutup gigi dibuka dengan cara membuka sekrupnya terlebih dahulu
- mesin dibalik kemudian disikat bagian bawahnya hingga debunya keluar
- gerak – gerakan mesin agar diketahui bagian – bagian yang belum terkena minyak mesin
- gantilah jarum mesin jika sudah tumpul, untuk mengetahui jarum itu tumpul atau tidak, ketika diraba terasa licin ujung jarum tersebut, jika terasa kasar maka jarum tersebut tumpul. Atau jika jarum sering merusak bahan/timbul tirasnya
- bagian – bagian yang dilepaskan tadi dipasang kembali
(Keterampilan Tata Busana di Madrasah Aliyah jilid 1. Penulis Dr. Hj. Suprihatiningsing. Penerbit Deepublish)
pengujian kain yang umum dan biasa
Memeriksa bahan sebelum dibeli sangat perlu dilakukan. Biasanya untuk memastikan sifat kain perlu dilakukan pengujian. Uji – uji yang dilakukan disesuaikan dengan tujuan pemakainya, beberapa pengujian kain yang umum dan biasa dilakukan antara lain:
a. Warna, kesesuaian warna dan tahan luntur warna terhadap pencucian, keringat, gosokan, sinar matahari, terhadap penyetrikaan, gas tertentu dan air laut
b. Kestabilan dimensi kain dalam pencucian
c. Ketahanan kusut dan sifat langsai (drape) termasuk sifat kain yang tidak memerlukan penyetrikaan setelah pencucian (sifat durable press)
d. Kekuatan tarik, sobek dan jebol
e. Tahan gesekan dan piling, terutama untuk serat sintetik
f. Sifat nyala api, sebelu atau sesudah beberapa kali pencucian
g. Lengkungan dan kemiringan benang pada kain
h. Penyerapan atau tolak air kain sesuai penggunaan
(Keterampilan Tata Busana di Madrasah Aliyah jilid 1. Penulis Dr. Hj. Suprihatiningsing. Penerbit Deepublish)
Cara pemakaian Ulos
Cara pemakaian Ulos secara garis besar dibagi menjadi tiga, yaitu sebagai berikut:
- Siabithononton (dibakai). Ulos yang dipakai diantaranya: Ragidup, Sibolang, Runjat, Djobit, Simarindjamisi dan Ragi Pangko
- Sihadanghononton (dililitkan di kepala atau bisa juga di jinjing). Ulos yang penggunaannya dililitkan di kepala atau bisa juga dijinjing diantaranya Siarra, Sumbat, Bolean, Mangiring, Surisuri dan Sadum
- Sitaltalihononton (dililit di pinggang). Ulos yang dililitkan di pinggang diantaranya Tumtuman, Mangiring dan Padangrusa.
(Kain – kain tekstil di Indonesia. Penulis Cepy Suherman. Penerbit Talenta Pustaka Indonesia)
Peralatan yang digunakan untuk membuat tenun songket
Peralatan yang digunakan untuk membuat tenun songket dibagi menjadi dua, yaitu peralatan pokok dan tambahan. Keduanya terbuat dari kayu dan bambu. Peralatan pokok adalah seperangkat alat tenun itu sendiri yang disebut sebagai “Panta”. Seperangkat alat yang berukuran 2 x 1,5 meter ini terdiri atas:
- Gulungan (alat yang digunakan untuk menggulung benang dasar tenunan)
- Sisia (alat yang digunakan untuk merentangkan dan memperoleh benang tenunan)
- Tutak (alat yang digunakan untuk memasukan benang lain ke benang dasar)
- Pancukia (alat yang digunakan untuk membuat motif songket)
(Kain – kain tekstil di Indonesia. Penulis Cepy Suherman. Penerbit Talenta Pustaka Indonesia)
Persiapan membuat batik
Beberapa alat dan bahan yang harus dipersiapkan sebelum membuat Batik antara lain:
a. Kain mori (bisa terbuat dari sutra atau katun)
b. Canting (sebagai alat pembentuk motif
c. Gawangan, yaitu tempat untuk menjemur kain
d. Lilin atau malam
e. Panci atau kompor untuk memanaskan lilin
(Kain – kain tekstil di Indonesia. Penulis Cepy Suherman. Penerbit Talenta Pustaka Indonesia)
jenis kain yang dibuat dengan bermacam teknik
Bebarapa jenis kain yang dibuat dengan bermacam teknik, yaitu sebagai berikut:
- Tenun ikat adalah kain tenun yang dibuat dengan teknik tenun. Caranya yaitu benang pakan (benang dasar) atau benang lungsi (benang berwarna) dicelup sebelum ditenun. Benang – benang yang diikat tidak kena warna, sehingga setelah dilepas pengikatnya akan timbul pola yang diinginkan.
- Kain songket adalah kain tenun yang dibuat dengan teknik menambah benang pakan. Hiasan dibuat dengan menyisipkan benang perak, emas atau benang berwarna diatas benang lungsi. Kadang – kadang, kain songket dihiasi juga dengan manik – manik, kerang atau logam.pada masa lalu, sarung songket dari sutra yang dihiasi dengan benang emas hanya dipakai oleh orang – orang kerajaan dalam upacara kebesaran.
- Kain lurik adalah cara membuat kain tenun atau lajur garis membujur. Pada masyarakat Jawa terutama di daerah Probolinggo, selendang lurik “Tulak Watu” dipergunakan untuk upacara tujuh bulanan. Kain lurik bermotif tertentu dipercayamempunyai kekuatan magis. Konon ia dapat menghilangkan roh jahat, menyembuhkan penyakit atau menghindarkan seseorang dari nasib jelek.
- Kain batik merupakan kain yang dibuat dengan teknik hias pada kain putih, dengan memberi malam atau lilin. Gambar pada kain putih dilukis dengan menggunakan canting atau cap. Setelah itu kain direndam dalam bahan celupan warna
- Kain Jumputan atau kain pelangi merupakan kain yang dibuat dengan teknis hias. Caranya yaitu dengan mengikat kain waktu akan dicelup kedalam celupan warna. Kemudian setelah selesai dibuka, pada bagian – bagian yang diikat membentuk lingkaran – lingkaran atau bunga – bunga.
(Kain – kain tekstil di Indonesia. Penulis Cepy Suherman. Penerbit Talenta Pustaka Indonesia)