Kain yang dibuat dari benang. Kain ini dibuat dengan bermacam – macam cara, yaitu:
- Dengan metode anyaman ( interlacing). Proses yang digunakan pada metode ini ialah penenunan (weaving) yaitu proses penganyaman (interlacing) antara benang lusi dan benang pakan yang letaknya tegak lurus satu sama lain. Hasil benang ini disebut kain tenun (woven fabric). Alat yang digunakan untuk pembuatan kain tenun dapat berupa gedogan, alat tenun bukan mesin (ATBM) dan alat tenun mesin (ATM).
- Dengan model jeratan (interlooping). Proses yang digunakan adalah perajutan (knitting), yaitu proses pembuatan jeratan – jeratan (loops) benang dengan alat yang terdiri dari jarum – jarum berkait /berlidah. Hasil kainnya disebut kain rajut (knitted fabric) yang bersifat elastis dan porous.
- Dengan metode jalinan (interwisting). Proses yang digunakan termasuk merenda (crocheting), netting dan lace.
- Dengan metode braiding (flaiting). Ialah proses pembuatan pita dengan penganyaman tiga helai benang atau lebih. Bahan yang berupa benang dapat pula diganti dengan pita kain. Hasil kain dapat berupa helai pita atau pita tabung.
(Ilmu Tekstil. Penulis : Dewi Suliyanthini. Penerbit: Rajawali Pers)