Abu-abu

Abu – abu. Warna abu – abu menjadi latar belakang yang baik untuk segala warna. Abu – abu menjadi lambang ketenangan dan kerendahan hati. . (Panduan Lengkap Membuat Pola dan Menjahit Busana. Penulis : Prima Olimpiade Kristi dan Nurhastuti Putri Utami. Penerbit:Trans Idea Publishing. 2015)

Abaka

Abaka. Serat abaka adalah serat yang diambil dari daun tanaman Musa Textilis, salah satu anggota keluarga pisang yang berasal dari Filipina. Daun pisang abaka berguna untuk bahan baku kertas tisu. Serat yang diambil dari pelepah batang luar pisang abaka berguna untuk dijadikan bahan baku utama kertas berharga (dollar dan yen), bahan pembuat tali kapal, bahan pembungkus kabel serat optik dan bahan pembuat popok bayi. (Ilmu Tekstil. Penulis : Dewi Suliyanthini. Penerbit: Rajawali Pers).

Syarat serat untuk membuat bahan

Ada berbagai macam jenis bahan dengan bahan dasar atau bahan mentahnya berbeda pula. Bahan dasar bahan berupa serat sebelum dijadikan lembaran bahan kain untuk kemudian menjadi busana. Serat yang kontinu disebut sebagai filament. Untuk dapat diolah menjadi bahan busana, serat tersebut harus memenuhi beberapa syarat berikut:

  1. Serat harus memiliki perbandingan panjang dan lebar yang besar
  2. Serat memiliki kekuatan yang cukup
  3. Fleksibilitas yang tinggi
  4. Kemampuan untuk bisa elastis
  5. Cukup keriting agar mempunyai daya kohesi antar serat
  6. Mempunyai daya serap terhadap air
  7. Mempunyai ketahanan terhadap sinar dan panas
  8. Tidak rusak dalam pencucian
  9. Tersedia dalam jumlah yang cukup besar
  10. Memiliki ketahanan terhadap terhadap zat kimia tertentu.

(Cerdas Memilih Bahan Baku Busana. Penulis:Lilik Nurhayati. Penerbit MKS)

Jenis bahan wol

Bahan wol memiliki banyak jenis. Setiap jenis memiliki kekhasan sendiri. Jenis bahan wol diantaranya, yaitu:

  1. Light weight wools,bahan wol ini merupakan wol yang ringan dan lemas. Apabila bahan tersebut dipakai akan memberikan kesan “jatuh” yang bagus dan alami. Selain itu bahan light weight wool awet dan tahan banting
  2. Cashmere merupakan bahan dengan kualitas yang prima dikelasnya sehingga terkesan mewah. Semakin sering dicuci, cashmere semakin halus. Pencucian sebaiknya dilakukan dengan sampo untuk mempertahankan kualitas bahan
  3. Sheer termasuk bahan yang tipis tetapi terkesan elegan. Bahan sheer cocok untuk dipadu dengan bahan apapun. sheer akan selalu memberi kesan elegan dan berkelas.

(Cerdas Memilih Bahan Baku Busana. Penulis:Lilik Nurhayati. Penerbit MKS)

Ciri-ciri katun silk

Katun silk tersedia dari ukuran tipis sampai tebal. Berikut adalah ciri – ciri katun silk:

  1. Permukaan kain lebih mengkilap
  2. Warna kilap bahan awet meskipun dicuci berulang kali
  3. Kualitas antara katun biasa dan katun jepang
  4. Permukaan relatif lembut
  5. Daya serap keringat paling rendah

(Cerdas Memilih Bahan Baku Busana. Penulis:Lilik Nurhayati. Penerbit MKS)

Ciri-ciri katun kombed

Katun kombed merupakan jenis bahan kaos tetapi dengan proses finishing disisir (combed). Dengan cara disisir seperti itu maka serat – serat kapas halus dapat dipisahkan. Katun kombed mempunyai ciri – ciri antara lain:

  1. Bahan lebih halus
  2. Bahan tidak berbulu
  3. Daya serap paling tinggi dikelas bahan kaos
  4. Tersedia dalam ukuran 20 s dan 30 s, makin tinggi angka makin lemas bahan. Angka menunjukan asal nomor benang. Jadi ketebalan 20s lebih tebal dari 30 s.

(Cerdas Memilih Bahan Baku Busana. Penulis:Lilik Nurhayati. Penerbit MKS)

Ciri ciri rayon asetat

Ciri – ciri rayon asetat yaitu:

  1. Elastisitas baik
  2. Tahan cuci
  3. Ketahanan panas setrika hangat dan tidak langsung
  4. Tahan mikroorganisme dan sejenisnya
  5. Tidak tahan jamur terutama lembab

(Cerdas Memilih Bahan Baku Busana. Penulis:Lilik Nurhayati. Penerbit MKS)

Pemilihan corak dan motif busana

Corak dan motif busana. Pemilihan corak dan motif sering didasari favorit, umur dan jenis kelamin:

  1. Bayi dan anak laki – laki : motif fauna, kartun favorit, kotak salur, garis
  2. Bayi dan anak perempuan : motif flora, kartun favorit, abstrak dan lain – lain
  3. Perempuan dewasa : bunga, kotak, salur, batik dan lain – lain
  4. Laki – laki dewasa :kotak, salur, garis batik
  5. Manula : batik

(Cerdas Memilih Bahan Baku Busana. Penulis:Lilik Nurhayati. Penerbit MKS)

Pemilihan Bahan busana pesta

Pemilihan bahan busana pesta didasari oleh:

  1. Waktu pesta berlangsung, pesta malam akan lebih glamor dan berkilau
  2. Posisi pemakai, pesta pernikahan akan berbeda antara mempelai, pendamping, tamu, penyanyi, MC dan panitia
  3. Tempat pesta berlangsung, undangan pesta di rumah tentu berbeda dengan di gedung mewah
  4. Status sosial pemakai, semakin tinggi status sosial, biasanya busana pesta akan semakin rumit dan melibatkan desainer serta krunya
  5. Selera dan favorit pemakai, ada pemakai yang cukup punya busana 1 atau 2 stel baju pesta, tetapi ada yang harus sesuai trend yang up to date.

(Cerdas Memilih Bahan Baku Busana. Penulis:Lilik Nurhayati. Penerbit MKS)

Sifat serat rami

Sifat – sifat serat rami:

  1. Memiliki kekuatan tarik (trensile strength) lebih besar dari serat kapas
  2. Daya serapnya (absortancy) tinggi hingga 12% sedang serta kapas hanya 8%
  3. Memiliki warna dan kilap yang lebih tinggi
  4. Lebih cepat kering
  5. Daya tahan kusutnya lebih baik daripada kapas
  6. Kekuatan lebih tinggi dari serat kapas
  7. Daya serap uap air tinggi
  8. Permukaan lebih halus dan mempunyai kilau
  9. Lebih tahan asam dibanding kapas
  10. Lebih cepat rusak oleh panas
  11. Sukar dicejeratan, oleh karenanga dalam industri tekstil, rami sering dicampur dengan serat lain untuk memperoleh tampilan warna yang lebih baik.

(Fashion Tekstil. Penulis : Adi Kusrianto. Penerbit :Andi Yogyakarta)