Chiffon

Chiffon. Bahan ringan seperti kasa tipis yang terbuat dari benang – benang yang dipilin kencang. Chiffon terbuat dari sutera, wol atau sintetis dan telah digunakan hampir secara eksklusif untuk pakaian malam. Selendang chiffon popular selama tahun 1950 – an dan 1960 – an sebagai aksesoris fashion. (A to Z istilah fashion. Goet Poespo. Penerbit PT. Gramedia)

Chesterfield

Chesterfield. Nama pakaian ini diambil dari nama Phillip Dormer Stanhope, Earl of Chesterfield ke IV pada tahun 1930. Pada abad ke – 19, Chesterfield adalah mantel pria yang terbuat dari wol abu – abu dengan pinggang pas dan kerah beludru. Setelah Perang Dunia I, potongan panjang Chesterfield dan kerah beludru hitamnya dituri untuk pakaian wanita muda. Variasi model seperti telangkup dobel (Doubel Breasted) dengan saku – saku muncul disepanjang abad ke – 19 dan ke – 20. (A to Z istilah fashion. Goet Poespo. Penerbit PT. Gramedia)

Cheongsam

Cheongsam. Shift dress atau gaun terusan yang pas badan, berasal dari China. Busana ini biaanya berkerah “mandarin”, berlengan cap atau panjang, dan terdapat belahan pada kedua sisi roknya untuk mempemudah berjalan. Cheongsam popular secara singkat pada akhir tahun 1950 – an dan 1960 – an sebagai pakaian malam. (A to Z istilah fashion. Goet Poespo. Penerbit PT. Gramedia)

Chenille

Chenille. Bahan ini berasal dari Perancis pada abad ke – 17, bertekstur serupa bulu, diciptakan dengan menenun benang lungsin (benang yang membujur). Chenille dapat dibuat dari katun, sutera, rayon atau wol. Pada akhir abad ke – 19 digunakan untuk pembuatan pakaian malam. (A to Z istilah fashion. Goet Poespo. Penerbit PT. Gramedia)

Chemise

Chemise. Chemise merupakan salah satu busana yang paling sederhana dan telah terus bertambah modelnya selama  ribuan tahun. Chemise biasanya dibuat dari dua helai bahan segi empat panjang yang dijahit pada pundak dan sisinya, dengan atau tanpa kerah. Chemise terbuat dari katun, linen, lawn atau sutra. Untuk menambah kemewahannya, bahan ini biasanya diberi dekorasi. Sebelum abad ke – 19, Chemise juga dikenal sebagai smock dan dikenakan langsung atau dengan corset atau stays. Umumnya chemise dipakai sebagai busana belongsong (masuk melalui kepala) dengan penutup kancing dibelakang atau dengan tali. Pada abad ke – 19, Chemise menjadi blus yang serupa dengan kemeja. (A to Z istilah fashion. Goet Poespo. Penerbit PT. Gramedia)

Chemise Dress

Chemise Dress. Pada awal abad ke – 20, bentuk chemise telah banyak diadaptasi oleh para perancang. Chanel merupakan salah satu dari yang pertamakan menciptakan gaun chemise. Model buatannya sederhana, longgar, berlengan panjang dan terdapat ikat pingang yang dipasang dibawah dada, pinggang atau pinggul. Demikian pula halnya dengan perancang busana lainnya, seperti Lanvin, paquin dan Worth. Pada tahun 1950 – an, gaun longgar yang terinspirasi dari Chemise kembali muncul dari Balenciaga. (A to Z istilah fashion. Goet Poespo. Penerbit PT. Gramedia)

Cheesecloth

Cheesecloth. Tenunan katun longgar dan polos yang berasal dari India. Cheesecloth ini pada umumnya digunakan sebagai kain untuk keperluan rumah tangga dan untuk lapisan dalam pakaian. Pada akhir tahun 1960 dan 1970, cheesecloth dikembangkan sebagai bahan untuk busana fashion, dicelup dengan warna – warna terang dan dibordir. Banyak sekali gaun, rok dan blus model peasant yang dibuat dari bahan cheesecloth yang waktu itu diimpor dari India. (A to Z istilah fashion. Goet Poespo. Penerbit PT. Gramedia)

Check

Check. Bahan motif kotak – kotak yang dikembangkan oleh para pemilik tanah di Skotlandia paa abad ke – 19 sebagai alternatif tartan yang dianggap tidak sesuai untuk pakaian harian atau pakaian kerja. Bahan ini diadaptasi dari para penenun local berdasarkan motif/pola dan warna tartan. Pola kotak – kotak juga digunakan untuk memperingati suatu peristiwa tertentu. Selama abad ke – 20,motif kotak – kotak pada awalnya digunakan untuk setelan pakaian pria dan mantel, namun kemudian dengan cepat menjadi popular dikalangan wanita dan dibuat untuk setelan, mantel, gaun, rok dan pada tahun 1960 – an untuk celana. (A to Z istilah fashion. Goet Poespo. Penerbit PT. Gramedia)

Charmeuse

Charmeuse. Merk dagang untuk bahan berkilau, katun ringan, rayon atau bahan sutra dari tenunan satin yang berkembang pada abad ke – 20. (A to Z istilah fashion. Goet Poespo. Penerbit PT. Gramedia)

Charleston

Charleston. Suatu gaya dansa di Amerika pada tahun 1920 – an berupa gerakan tendangan menyamping dari lutut. Oleh karena itu, pada saat itu gaun – gaun dibuat lebih pendek untuk kepentingan tersebut (terutama untuk wanita muda). kelim bawah busana kebanyakan dibuat sederhana, sedangkan gaunnya berbentuk tube yang berjumbai – jumbai untuk memberikan kesan ramping tanpa menghalangi gerakan. Seiring dengan era yang disebut “Roaring Twenties” dimana berkembang mode gaun tube (selongsing) penuh hiasan jumbai – jumbai yang menjuntai, bulu burung, kalung mutiara dan manic – manic serta payet yang panjang menggantung. (A to Z istilah fashion. Goet Poespo. Penerbit PT. Gramedia)