Cloak. Istilah umum untuk jubah atau pakaian luar yang longgar dengan atau tanpa lengan, menuutpi tubuh dari pundak ke pinggul, lutut atau mata kaki. Cloak dapat dibuat tanpa kerah tetapi seringkali dibuat dengan kerah tinggi dan kaku atau kerah datar diatas pundak. Cloak popular pada akhir abad ke – 19. Khususnya ditahun 1960 – an juga selama abad ke – 20. (A to Z istilah fashion. Goet Poespo. Penerbit PT. Gramedia)
Kategori: Tidak Dikategorikan
Cire
Cire. Kata ini berasal dari Bahasa Perancis yang berarti lilin. Namun cire juga adalah bahan seperti satin yang dibuat melalui proses yang menggunakan lilin dimana lilin dipanaskan dan diberi tekanan untuk menghasilkan efek yang halus dan berkilau. Bahan cire popular disepanjang abad ke – 20 dan tercatat selama tahun 1920, 1930 dan 1960 – an. (A to Z istilah fashion. Goet Poespo. Penerbit PT. Gramedia)
Circle skirt
Circle skirt. Circle skirt dibuat dari satu atau dua helai bahan yang dibuat dengan pola melingkar. Rok ini menjadi kegemaran selama tahun 1950 – an, dan ketika itu seringkali dipakai datas tumpukan petticoat. Sering diasosiasikan dengan era “rock n roll”. (A to Z istilah fashion. Goet Poespo. Penerbit PT. Gramedia)
Choker
Choker. Kerah dari serangkaian mutiara atau sepotong ban dari kain, biasanya beludru yang dikenakan pas disekeliling leher dan dihias dengan permata. Choker digunakan pada abad ke – 19 sebagai pelengkap pakaian malam dan kembali menjadi mode pada akhir tahun 1960 dan tahun 1970 – an. Dikenal juga dengan nama “dog collar”. Istilah choker saat ini sering digunakan untuk menyebut kalung yang pas melingkari leher. (A to Z istilah fashion. Goet Poespo. Penerbit PT. Gramedia)
Chitra Subijakto Quotes
Chitra Subijakto Quotes. Seimbang dan proporsional adalah kunci untuk memaksimalkan bentuk tubuh, bukan ukuran baju yang kita pakai. (103 fashion quotes. Ichwan Thoha. Penerbit Gramedia)
Chiton
Chiton. Pakaian ini awalnya berasal dari Yunani kuno. Meskipun telah muncul berbagai versi yang variatif, chiton umumnya dibuat dari sepotong kain lebar berbentuk segiempat panjang yang dililitkan disekeliling tubuh, dikencangkan pada satu pundak,dan ditambah ikat pinggang dibawah atau atas ikat pinggang. Alternatif lain yaitu dipakai dengan menyatukan ujung atas dua helai bahan menggunakan serangkaian kancing/gesper di sepanjang dua lengan sehingga menciptakan lengan baju dan busana tersebut diikat dibawah dada. Chitton telah diadaptasi menjadi berbagai variasi potongan dan model disepanjang abad. (A to Z istilah fashion. Goet Poespo. Penerbit PT. Gramedia)
Chintz
Chintz. Berasal dari Hindu, chint berarti kain yang dicetak. Chintz adalah kain katun yang dilapisi kanji, biasanya menampilkan desain bunga – bunga, buah – buahan dan burung – burung. Kain ini popular sebagai bahan untuk perkakas rumah tangga sejak tahun 1600 – an. Chintz seringkali diimpor dari India dank arena kenaikan harga produksi di Inggris, Chintz mulai diekspor ke Eropa. Pada awal tahun 1980 – an, chintz digunakan sebagai bagian dari fashion. (A to Z istilah fashion. Goet Poespo. Penerbit PT. Gramedia)
Chincilla
Chincilla. Bulu lembut, panjang dan lebat dari binatang pengerat yang berasal dari dataran pegunungan Andes, Amerika Selatan. Bulunya biasanya berwarna abu – abu pucat dengan loreng hitam disepanjang ekornya. Pada peralihan abad, Chincilla adalah bulu yang fashionable untuk digunakan sebagai trim mantel serta jubah. Sejak tahun 1900 – an, banyak orang yang beternak Chincilla. (A to Z istilah fashion. Goet Poespo. Penerbit PT. Gramedia)
Chignon
Chignon. Tatanan rambut berupa sanggul kecil yang dibuat dengan menggulung rambut panjang dengan tidak terlalu kencang (agak longgar), ditahan dengan jepit atau pin secara hati – hati membentuk konde pada bagian kepala. Model ini merupakan model yang umum dari abad ke – 19 sampai akhir tahun 1920, biasanya ditambah dengan hiasan. Chignon popular selama akhir tahun 1960 dan awal tahun 1970 sebagai bagian dari mode Edwardian Sttyle yang hidup kembali. (A to Z istilah fashion. Goet Poespo. Penerbit PT. Gramedia)
Chiffon
Chiffon.kain sutra yang halus, berstruktur tenunan polos, ringan dan tipis menerawang, terbuat dari filament dengan gintiran tinggi. Banyak digunakan untuk scarf, selendang atau gaun malam, terbuat dari serat rayon atau serat sintetis. (Kamus Mode Indonesia. Irma Hadisurya,dkk. Penerbit Gramedia)