Mesin obras

Mesin obras digunakan untuk penyelesaian tepi kain bagian dalam jahitan agar lebih rapi dan tiras kain tidak mudah lepas. Sealin merapikan juga mengikat tiras kain agar tidak mudah lepas. Mesin obras ada yang menggunakan 3 benang, 4 benang dan lima benang. (Keterampilan Tata Busana di Madrasah Aliyah jilid 1. Penulis Dr. Hj. Suprihatiningsing. Penerbit Deepublish)

Mesin jahit semi otomatis

Mesin jahit semi otomatis sudah menggunakan dinamo mesin, memiliki kecepatan sedang. Mesin jahit ini selain menghasilkan jahitan dengan setikan yang lurus, juga dapat membuat desain setikan hiasan (bordir) dan membuat lingkaran lubang kancing. (Keterampilan Tata Busana di Madrasah Aliyah jilid 1. Penulis Dr. Hj. Suprihatiningsing. Penerbit Deepublish)

Mesin jahit manual

Mesin jahit manual yaitu mesin jahit yang masih menggunakan engkol tangan dan menggunakan kaki untuk menggenjot laju mesin. Mesin jahit manual ini hanya menghasilkan setikan lurus/biasa. Jika belum terbiasa, jahitan yang dilakukan akan maju – mundur. (Keterampilan Tata Busana di Madrasah Aliyah jilid 1. Penulis Dr. Hj. Suprihatiningsing. Penerbit Deepublish)

Mesin jahit khusus

Mesin jahit khusus, yaitu mesin jahit yang dipergunakan khusus untuk penyelesaian misalnya mesin obras, mesin neci, mesin pembuat kancing bungkus, mesin kelim, mesin pembuat lubang kancing, mesin plisket dan lain sebagainya. (Keterampilan Tata Busana di Madrasah Aliyah jilid 1. Penulis Dr. Hj. Suprihatiningsing. Penerbit Deepublish)

Mesin jahit high speed

Mesin jahit high speed. Mesin jahit berkekuatan tinggi yang biasa dipakai pada industri pakaian jadi, misalnya garmen – garmen atau konfeksi – konfeksi, karena dapat memproduksi busana dalam jumlah besar perhari. (Keterampilan Tata Busana di Madrasah Aliyah jilid 1. Penulis Dr. Hj. Suprihatiningsing. Penerbit Deepublish)

Mercerized/non mercerized.

Mercerized/non mercerized. Finishing bahan rajut dengan cara mercerized membuat serat bahan menjadi lebih rapat, warna lebih cerah, shrinkage bahan lebih bagus dan bahan terasa lebih keras di tangan. Jenis finishing ini biasanya dipakai oleh produsen kaos lokal seperti Cressida, Metalizer, IE – BIE, Dadung, Dagadu, Synergy dan lain – lain. (Cerdas Memilih Bahan Baku Busana. Penulis:Lilik Nurhayati. Penerbit MKS)

Merancang bahan

Merancang bahan. Merancang bahan adalah menghitung banyaknya bahan yang diperlukan untuk membuat suatu model pakaian/gaun pesta. Rancangan bahan dibuat dalam ukuran skala 1:4 dan sesuai dengan pola yang sudah diubah, termasuk kampuh 2 cm dan kelim 4. Tujuan dari membuat rancangan bahan ini adalah untuk menghindarai terjadinya kesalahan dalam menggunting pola diatas kain yang sebenarnya. (Prakarya dan kewirausahaan Tata Busana di Madrasah Aliyah. Penulis Dr.Suprihatiningsih. Penerbit deepublish)

Menyetrika

Menyetrika merupakan pekerjaan yang harus dilakukan dengan sangat hati – hati karena berisiko tinggi. Untuk itu, suhu perlu diatur sesuai dengan jenis bahan seperti linen, katun, wol, sutera dan lain – lain. Disaat melakukan pressing perlu dilakukan pengontrolan seperti tingkat kerataan bahan dan lapisan serta hasil pressing jangan sampai berkerut atau tidak rata. (Prakarya dan kewirausahaan Tata Busana di Madrasah Aliyah. Penulis Dr.Suprihatiningsih. Penerbit deepublish)

Menjahit

Menjahit adalah pekerjaan menyambung kain, bulu, kulit binatang dan bahan – bahan lain yang bisa dilewati jarum jahit dan benang. Menjahit adalah menyatukan dua macam bahan atau lebih sehingga tercipta benda yang kita inginkan sesuai desain. Menjahit dapat dilakukan dengan tangan memakai  jarum tangan atau dengan masin jahit. (Prakarya dan kewirausahaan Tata Busana di Madrasah Aliyah. Penulis Dr.Suprihatiningsih. Penerbit deepublish)

Memotong bahan tekstil (cutting)

Memotong bahan tekstil (cutting). Memotong bahan yang akan dijahit akan memberi pengaruh yang besar kepada pembuatan busana. Jika salah potong akan menimbulkan kerugian baik dari segi biaya maupun waktu. Risiko ini berlaku untuk memotong busana perorangan atau pun untuk produksi massal. Bagian pemotongan mempunyai pengaruh yang besar pada biaya pembuatan garmen, karena di bagian pemotongan ini apabila terjadikesalahan potong akan mengakibatkan potongan kain tersebut tidak bisa diperbaiki. (Prakarya dan kewirausahaan Tata Busana di Madrasah Aliyah. Penulis Dr.Suprihatiningsih. Penerbit deepublish)