Duchess satin

Duchess satin. Kain berstruktur satin yang berat, kaku, pemukaannya licin mengkilat dan tampak mewah. Biasanya digunakan untuk gaun pengantin dan gaun – gaun mewah lainnya. (Kamus Mode Indonesia. Irma Hadisurya,dkk. Penerbit Gramedia)

Drop waist

Drop waist. Pada era 1920 – an, gaun berpotongan lurus, drop waist, dengan model rambut bob pendek, menjadi tren yang disebut dengan “Flapper”. Gaya ini guna menunjukkan emansipasi wanita pasca Perang Dunia I. (visual Dictionary of Fashion. Marsha Windriarani.)

Draping

Draping. Teknik membuat busana lewat bahan yang direka – reka pada patung, selanjutnya pola digunting berdasarkan draperi tersebut untuk dibuat baju contoh. (Kamus Mode Indonesia. Irma Hadisurya,dkk. Penerbit Gramedia)

Doyo

Doyo. Kain tenun ikat lusi khas suku Dayak benuaq di Kalimantan Timur yang terbuat dari serat “doyo” atau daun anggrek. Motif umumnya berupa motif kapal, kadal, naga, harimau, tangga dan burung. (Kamus Mode Indonesia. Irma Hadisurya,dkk. Penerbit Gramedia)

Dodot

Dodot. Sehelai kain batik yang ukurannya empat kali lebih besar daripada ukuran kain panjang biasa, banyak dikenakan untuk upacara di Keraton Solo dan Yogyakarta, misalnya busana raja, pengantin atau penari bedaya. Motif umumnya berupa flora dan fauna, sebagai symbol kekayaan tanah Jawa. (Kamus Mode Indonesia. Irma Hadisurya,dkk. Penerbit Gramedia)

Dobby

Dobby. Sejenis kain bermotif geometris sederhana yang terbentuk melalui proses tenun.  Motif – motif tersebut menjadikan tekstru kain tidak rata. (Kamus Mode Indonesia. Irma Hadisurya,dkk. Penerbit Gramedia)

Damask

Damask. Damask termasuk bahan kuno yang dahulunya banyak dibuat di seputar Timur Tengah, India hingga China. Namanya diambil dari kota Damaskus, sebuah kota di Siria sebagai penghasil bahan ini. (visual Dictionary of Fashion. Marsha Windriarani.)

Cummerbund

Cummerbund. Istilah ini berasal dari Bahasa Hindi dan Persia “kamarband” yang berarti “kain cawat”. Ban kain yang lebar ini dipakai sebagai selendang pinggang dan merupakan bagian dari pakaian tradisional pria di India, Persia dan Amerika Selatan. Pada abad ke – 19, cummerbund dimodifikasi oleh pria Eropa, yaitu menjadi berbahan sutera, satin, atau faille dan dipasangkan dengan waistcoat (rompi) untuk malam hari. Selama abad ke – 20, para wanita menggunakan cummerbund untuk pakaian siang maupun malam hari dengan bahan yang bervariasi. (A to Z istilah fashion. Goet Poespo. Penerbit PT. Gramedia)

Cummerbund

Cummerbund. Ikat pinggang atau sabuk lebar terbuat dari kain yang dilipit – lipit memanjang dibagian depan dan polos dibagian belakang. Dikenakan pria untuk melengkapi jas formal. (Kamus Mode Indonesia. Irma Hadisurya,dkk. Penerbit Gramedia)