Tips memilih busana pesta menurut Taruna

  1. Berikut adalah tips ketika memilih busana pesta menurut Taruna:
  2. Cobalah terlebih dahulu busana yang akan dibeli. Jangan lupa untuk mengenakannya dengan berjalan.
  3. Ketika mencoba gaun yang akan dibeli, cobalah menggerakan tangan, karena sering kali ditemukan meskipun potongan baju sudah bagus, ternyata pada bagian tangan susah digerakan.
  4. Telitilah kondisi busana yang kan dibeli. Pastikan bahwa busana dalam keadaan baik, tidak terjadi kerusakan jahitan, kancing ataupun resletingnya.

(Panduan Lengkap Membuat Pola dan Menjahit Busana. Penulis : Prima Olimpiade Kristi dan Nurhastuti Putri Utami. Penerbit:Trans Idea Publishing. 2015)

Hal yang harus diperhatikan dalam berbusana ketika berkomunikasi dengan orang lain

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam berbusana ketika berkomunikasi dengan orang lain:

  1. Kebersihan dan kerapian. Orang yang berpakaian bersih akan lebih mudah diterima oleh lingkungan sekitar
  2. Kesopanan, kesusilaan dan peradaban. Berbusana sopan dan sesuai norma cenderung dapat memudahkan seseorang berkomunikasi.
  3. Keseragaman busana. Berbusana sesuai tata tertib setempat, misalnya berbusana seragam dapat memudahkan berkomunikasi karena si pemakai tidak merasa berbeda dengan yang lain.
  4. Keserasian. Orang akan lebih mudah berkomunikasi dengan orang lain yang berbusana rapi daripada yang memakai baju kumal dan terkesan asal – asalan.

(Panduan Lengkap Membuat Pola dan Menjahit Busana. Penulis : Prima Olimpiade Kristi dan Nurhastuti Putri Utami. Penerbit:Trans Idea Publishing. 2015)

Busana

  1. Busana adalah segala sesuatu yang dipakai dari kepala sampai keujung kaki. Adapun unsur yang termasuk dalam unsur tersebut adalah:
  2. Semua benda yang melekat dibadan, seperti baju,sarung, dan kain panjang.
  3. Semua benda yang melengkapi dan berguna bagi si pemakai, seperti selendang, topi, sarung tangan, kaus kaki, sepatu, tas, ikat pinggang atau yang disebut dengan istilah millineries.
  4. Semua benda yang berguna untuk menambah keindahan bagi si pemakai seperti hiasan rambut, giwang, kaling, bros, gelang dan cincin. Dalam istilah asing benda – benda ini disebut accesories.

(Panduan Lengkap Membuat Pola dan Menjahit Busana. Penulis : Prima Olimpiade Kristi dan Nurhastuti Putri Utami. Penerbit:Trans Idea Publishing. 2015)

Whipcord

Whipcord. Kain berstruktur tenun keper (teill) terbuat dari wol, katun, bahan sintetis atau gabungan serat sintetis dengan serat alami. Kemiringan garis (garis kepernya) sangat curam mengarah ke kiri dan ke kanan. Beberapa jenis kain dalam teknik memiliki bagian belakang yang berbulu. (Kamus Mode Indonesia. Irma Hadisurya,dkk. Penerbit Gramedia)

Vuring

Vuring. Lapisan yang dijahitkan pada bagian dalam baju atau sepatu, bisa sebagian atau seluruhnya. Fungsinya membuat baju lebih bagus jatuhnya, tidak berubah bentuk, sekaligus lebih awet. (Kamus Mode Indonesia. Irma Hadisurya,dkk. Penerbit Gramedia)

Viscose

Viscose. Gabungan serat alami dengan komponen buatan, serat viscose dapat dibuat menjadi rayon yang banyak digunakan sebagai bahan dasar. Pembuatan berabgai jenis tekstil. Viscose rayon memiliki tampilan “rasa” mirip sutra selain memiliki kemampuan bernapas seperti halnya kain tenun dari katun. Daya langsainya baik, lembut dan menyerap air. (Kamus Mode Indonesia. Irma Hadisurya,dkk. Penerbit Gramedia)

Vintage

Vintage. Dalam mode bisa diartikan sebagai busana/pelengkap busana lawas – baik bekas pakai ataupun baru yang umurnya paling sedikit 25 tahun. Yang dibuat sebelum tahun 1920 – an umumnya sudah dikategorikan sebagai antic. (Kamus Mode Indonesia. Irma Hadisurya,dkk. Penerbit Gramedia)

Vent

Vent. Belahan dibagian belakang jas. Ada yang satu vent ditengah, ada yang dua belahan di kiri – kanan. Fungsinya untuk memberi keleluasaan gerak. (Kamus Mode Indonesia. Irma Hadisurya,dkk. Penerbit Gramedia)

Velour

Velour. Kain yang memiliki bulu – bulu pendek dan padat, membuatnya terasa lembut ketika disentuh. Berasal dari bahasa Prancis yang artinya ‘Beludru”. (Kamus Mode Indonesia. Irma Hadisurya,dkk. Penerbit Gramedia)