Ukuran standar pria dewasa untuk membuat pola pakaian pria

kreativitas yang menyenangkan
Ukuran standar pria dewasa untuk membuat pola pakaian pria

Mesin jahit
Jenis – jenis mesin jahit
*****************************
Sepatu jahit
*****************************
Setrika
Setrika diperlukan saat membuat bagian-bagian busana misalnya ban pinggang, kerah, manset, kupnat, dan lain-lain.
Ada beberapa jenis setrika, antara lain:
Papan setrika
Gunanya adalah alas untuk menyetrika busana maupun bagian busana yang belum jadi. Papan setrika yang baik biasanya beralaskan busa setrika atau bahan tebal. Papan setrika berbentuk khusus akan memudahkan saat menyetrika rok, kemeja, blus atau lengan, karena bagian yang telah disetrika dapat diletakkan dibagian bawah meja, sementara menyetrika bagian lainnya.
Bantal setrika
Bantal setrika berbentuk unik ini akan sangat membantu saat menyetrika bagian-bagian yang mempunyai bentuk khusus.
Ada beberapa macam bantal setrika sesuai fungsinya, antara lain:
Jahitan Dasar untuk Menjahit tangan
a. Menyimpul benang
– Masukan benang ke jarum. Buat simpul dekat ujung benang. Masukan ujung benang yang pendek ke simpul ujung yang panjang. Tarik benang melalui simpul.
– cara lain: tarik ujung benang hingga membentuk simpul. Cobalah untuk tidak menarik ujung yang pendek atau terlepas dari simpul.
b. Simpul gulung
Gulung benang di salah satu jari telunjuk. Lepaskan simpul, tahan dengan ibu jari dan telunjuk. Tarik ujung yang lain untuk mematikan simpul.
c. Tusuk simpul dan tikam jejak
– Tusuk simpul
Buatlah simpul. Masukan jarum keluarkan dekat simpul, masukan lagi jarum pada simpul, buat tusuk balik.
– tusuk tikam jejak ganda
Buat tusuk sepanjang 3mm, kendurkan ujungnya. Buat tusuk mundur kedua menumpuk pada yang pertama.
d. Jelujur dasar dan diagonal
– Jelujur dasar
Kerjakan dibagian bahan yang buruk. Dari kiri ke kanan. Masukan jarum, keluarkan berjarak sekitar 6 – 10mm. Buat tusuk seimbang panjangnya pada kedua sisi bahan.
– Diagonal panjang
Buat tusukan sepanjang 2,5cm, lalu naikan dan buat tusukan lain membentuk diagonal. Tusukan ini untuk menyatukan dua potong bahan yang lebar.
– Jelujur diagonal pendek
Caranya sama seperti diagonal panjang, hanya jahitannya lebih rapat dan pendek. Tusukan ini untuk menyatukan beberapa lapis bahan seperti ketika membuat lipit.
e. Merapikan tepi
Tusuk flanel atau obras
Masukan jarum menembus bahan, kerjakan dari belakang kedepan, 2 – 3 mm dari tepi bahan. Arahkan jarum ke kiri, keluarkan kembali dari belakang ke depan.
f. Tusuk tikam jejak
Buat tusuk kecil, kerjakan dari kanan ke kiri. Masukan jarum pada awal tusukan tadi dan bawa keluar kembali ditempat benang keluar.
g. Mengakhiri jahitan
Gunakan tusuk tikam jejak untuk mengakhiri jahitan permanen diatas beberapa tusukan akhir. Lalu buat simpul kecil. Buat satu tusukan lagi ditempat itu dan masukan jarum melalui simpul pada tusukan pertama. Simpulkan benang. Buatlah simpul sekecil mungkinb. Jenis kupnat
– kupnat dada : membuat dada tampak penuh
– kupnat pinggang :membentuk bagian pinggang dan pinggul
– kupnat Perancis: dibuat dibagian depan busana, mulai dari pinggul pada kampuh sisi hingga ke dada
Membuat pola
1. Pinggul
Ukur dibagian yang paling berisi dibawah pinggang.
2. Pinggang
Ikat pita atau tali di pinggang. Atur hingga duduknya nyaman. Jangan tarik pita pengukur terlalu keras.
3. Dada
Ukur pada bagian yang paling penuh dan bagian paling lebar dipunggung. Tegangkan pita pengukur.
4. Panjang punggung
Ukur mulai dari ruas tulang leher yang menonjol kegaris pinggang dengan pita/tali.
Jahitan Dasar untuk Menjahit tangan
a. Menyimpul benang
– Masukan benang ke jarum. Buat simpul dekat ujung benang. Masukan ujung benang yang pendek ke simpul ujung yang panjang. Tarik benang melalui simpul.
– cara lain: tarik ujung benang hingga membentuk simpul. Cobalah untuk tidak menarik ujung yang pendek atau terlepas dari simpul.
b. Simpul gulung
Gulung benang di salah satu jari telunjuk. Lepaskan simpul, tahan dengan ibu jari dan telunjuk. Tarik ujung yang lain untuk mematikan simpul.
c. Tusuk simpul dan tikam jejak
– Tusuk simpul
Buatlah simpul. Masukan jarum keluarkan dekat simpul, masukan lagi jarum pada simpul, buat tusuk balik.
– tusuk tikam jejak ganda
Buat tusuk sepanjang 3mm, kendurkan ujungnya. Buat tusuk mundur kedua menumpuk pada yang pertama.
d. Jelujur dasar dan diagonal
– Jelujur dasar
Kerjakan dibagian bahan yang buruk. Dari kiri ke kanan. Masukan jarum, keluarkan berjarak sekitar 6 – 10mm. Buat tusuk seimbang panjangnya pada kedua sisi bahan.
– Diagonal panjang
Buat tusukan sepanjang 2,5cm, lalu naikan dan buat tusukan lain membentuk diagonal. Tusukan ini untuk menyatukan dua potong bahan yang lebar.
– Jelujur diagonal pendek
Caranya sama seperti diagonal panjang, hanya jahitannya lebih rapat dan pendek. Tusukan ini untuk menyatukan beberapa lapis bahan seperti ketika membuat lipit.
e. Merapikan tepi
Tusuk flanel atau obras
Masukan jarum menembus bahan, kerjakan dari belakang kedepan, 2 – 3 mm dari tepi bahan. Arahkan jarum ke kiri, keluarkan kembali dari belakang ke depan.
f. Tusuk tikam jejak
Buat tusuk kecil, kerjakan dari kanan ke kiri. Masukan jarum pada awal tusukan tadi dan bawa keluar kembali ditempat benang keluar.
g. Mengakhiri jahitan
Gunakan tusuk tikam jejak untuk mengakhiri jahitan permanen diatas beberapa tusukan akhir. Lalu buat simpul kecil. Buat satu tusukan lagi ditempat itu dan masukan jarum melalui simpul pada tusukan pertama. Simpulkan benang. Buatlah simpul sekecil mungkin.
Peralatan yang dibutuhkan untuk menjahit adalah:
1. Peralatan menggunting
a. Gunting kain
Gunting yang digunakan untuk menggunting kain bahan. Pegangan bersiku memudahkan menggunting pada alas datar. Gunting kain tidak boleh digunakan untuk menggunting kertas atau bahan lain agar selalu tajam dan tidak mudah tumpul. Gunting yang jatuh dapat berkurang fungsinya.
b. Gunting jahit
Ujungnya tumpul dibagian atas agar bahan tidak robek ketika digunting
c. Gunting bergerigi
Salah satu bilahnya berbentuk zigzag, untuk memotong tepi kain yang mudah berjumbai dan tiras kain yang tidak mudah terurai tirasnya
d. Gunting border
Ujungnya runcing, tepat untuk pekerjaan menyulam dan memotong lubang kancing.
e. Gunting kertas
Khusus digunakan untuk menggunting kertas
F. Gunting benang
Digunakan untuk menggunting benang atau bagian- bagian yang sulit digunting dengan gunting besar. Gunting benang mempunyai satu pegangan yang cukup untuk dua buah jari
g. Gunting listrik
Gunting kain yang biasa digunakan pada industri pakaian jadi. Gunting ini digerakkan dengan tenaga listrik untuk menggunting kain dalam jumlah banyak sekaligus.
2. Alat ukur
a. Skala
Adalah alat pengukur yang dibuat dari kertas yang cukup tebal tetapi lentur (misalnya karton manila). Skala digunakan untuk menggambar pola yang diperkecil. Ukuran skala dibuat dalam ukuran:1/2, 1/4, 1/6, 1/8
b. Alat ukur (pita ukuran/meteran)
Alat yang dipakai untuk mengambil ukuran bahan. Pita ukuran juga menjadi alat bantu pada waktu membuat pola ukuran besar. Lebar pita ukuran adalah 1 – 1 1/2 cm dan panjangnya 150 – 200 cm. Dikedua sisinya terdapat ukuran sentimeter pada sisi satunya dan inchi pada sisi lainnya.
3. Alat pembuka kelim
4. Alat menandai
a. Rader : alat yang bertangkai serta mempunyai sebuah roda pada ujungnya. Digunakan untuk menekan karbon jahit sewaktu memberi tanda pola pada bahan yang akan dijahit. Rader dibedakan menjadi:
– Rader beroda polos : biasanya digunakan untuk merader bahan halus seperti sifon, sutera, satin, silk.
– Rader beroda tumpul : biasanya untuk merader bahan sejenis katun, tetoron, georgette, supra, dll
– Rader beroda gerigi : untuk merader bahan tebal sejenis drill, curdoroy, jeans, gabardine, dll
-Rader beroda kembar:untuk memindahkan tanda dua garis sekaligus.
b. Karbon:digunakan untuk memberi tanda-tanda pola pada kain dengan bantuan tekanan rader. Biasanya karbon jahit terbuat dari lapisan lilin berwarna-warni. Karbon jahit yang baik akan mudah terhapus saat terkena setrika yang tidak terlalu panas.
5. Jarum pentul
6. Jarum jahit
7. Jarum mesin jahit
Ada beberapa ukuran dan jenis jarum untuk ketebalan dan tenunan kain yang berbeda-beda
– Ukuran 80/90/100 : jarum mesin jahit yang ujungnya bulat. Dirancang untuk bahan rajut. Ujung jarum meluncur diantara benang tanpa menembus kain.
– 90/100:jarum mesin jahit denim, tajam tebal. Dirancang untuk menembus bahan denim dan bahan lain yang kaku dan tebal.
-70/80/90/100: jarum mesin jahit untuk berbagai kegunaan, dengan ukuran berbeda.
8. Bidal
Peralatan dari plastik atau logam ini digunakan agar lebih aman, cepat dan mudah dalam menjahit. Bidal dikenakan pada jari tengah yang dipakai menjahit.
9. Penarik jarum
Membantu menarik jarum pada bahan tebal tanpa menusuk jari.
10. Penarik benang
Memiliki kawat pada ujungnya untuk menarik benang melalui mata jarum.
11. Peralatan setrika
– Papan setrika
Alasi papan setrika agar hasil setrika baik dan rata.
– Setrika
Panas dan uap setrika akan meratakan bahan kain dengan baik.
– Papan lengan
Untuk menyetrika kelim, bagian pakaian yang sempit dan keliman panjang dan lurus.
12. Mesin jahit
Alat utama yang ada pada mesin jahit adalah:
– Mesin jahit : memiliki tusuk dasar, pengatur balik dan pelengkap menjahit kain.
– Sepatu mesin : untuk menahan kain dan mengarahkan jarum.
– sekoci : untuk gulungan benang.
13. Mesin obras
14. Mesin neci
15. Benang
Jenis benang
a. Benang katun : cocok untuk menjahit dengan mesin maupun dengan tangan pada bahan katun, rayon dan linen.
b. Benang jelujur: benangnya mudah dicabut dan putus. Cocok untuk jahitan sementara, bukan permanen.
c. Benang polyester: benangnya kuat dan elastis. Cocok untuk bahan sintetis dan alami.
d. Benang sutra: benang halus yang digunakan untuk menjahit sutra atau bahan wol yang halus dan ringan.
e. Benang untuk lubang kancing: terbuat dari sutra yang kuat dan tebal. Untuk memasang lubang dan kancing.
f. Benang kumparan: cocok dipasang pada tangkai kumparan mesin jahit.