Woven

Woven merupakan bahan yang dibuat dengan cara menyilangkan 2 benang. Penyilangan dilakukan dengan cara ditenun atau dianyam. Woven sering kali disebut juga kain tenun. Ciri khusus kain tenun adalah tidak dapat ditarik. (Cerdas Memilih Bahan Baku Busana. Penulis:Lilik Nurhayati. Penerbit MKS)

Wool

Wool adalah serat bulu binatang meliputi biri – biri, kambing (goat), onta, anjing, kelinci, bison, beruang kutub maupun beberapa hewan mamalia lainnya. Wool adalah kelompok besar dari fierce (serat bulu dan serat rambut). Serat wool bulu domba merupakan serat yang relatif kasar dan berkerut dengan sisik pada permukaannya. Serat wool terdiri dari protein. Tampilan serat bervariasi tergantung pada jenis domba. Serat yang lebih halus, lebih lembut dan lebih hangat cenderung memiliki lebih banyak sisik. (Fashion Tekstil. Penulis : Adi Kusrianto. Penerbit :Andi Yogyakarta)

Wol

Wol. Bahan wol memiliki sifat sangat kenyal hingga tidak mudah kusut. Bila dipanaskan, ia akan menjadi lunak karena kenyalnya berkurang. Wol mengikat panas karena serabut wol keriting. Udara dalam pori – pori wol bertahan, bila dipakai dapat mengantarkan panas. Wol tidak tahan akan ngengat. (Prakarya dan kewirausahaan Tata Busana di Madrasah Aliyah. Penulis Dr.Suprihatiningsih. Penerbit deepublish)

Wol

Wol berasal dari serat alami hewan yaitu biri – biri. Bulu biri – biri sangat tebal dan memenuhi syarat menjadi filamen. Secaar berkala bulu biri – biri diambil lalu diolah menjadi bahan. Contohnya kain felt atau flanel berasal dari lapisan wol yang dikompresi dengan proses panas dan agitasi. Kain flanel banyak dipakai untuk bahan tambahan pada busana. (Cerdas Memilih Bahan Baku Busana. Penulis:Lilik Nurhayati. Penerbit MKS)

Wear

Wear. Istilah ini dipakai untuk menunjukan jenis busana itu sendiri, contoh busana anak disebut children’s wear, busana pria disebut men’s wear dan busana wanita disebut women’s wear. (Belajar Tata Busana Mudah dan Menyenangkan. Mila Fadila. Penerbit LKP)

Warna

Warna. Pemilihan warna dapat menimbulkan efek tertentu pada busana. Warna yang panas seperti merah berkesan mendekat sehingga pemakai terlihat lebih besar. Warna yang dingin seperti biru, hijau, coklat terkesan menjauh sehingga seolah – olah lebih kecil/ jadi jika pemakai gemuk hindari warna – warna panas. Warna – warna yang menyala, mengkilat juga menimbulkan kesan besar. Sebaliknya warna yang soft dan tidak menyala (redup) kesannya lebih kecil. Jika pemakai ingin terlihat lebih berisi pilih warna yang menyala dan mengkilap. Jika pemakai gemuk tetapi suka warna yang menyala, dapat memilih bahan dengan warna menyala yang redup jadi kesannya tidak menambah besar sekali.  (Cerdas Memilih Bahan Baku Busana. Penulis:Lilik Nurhayati. Penerbit MKS)

Warna lembut (pastel).

Warna lembut (pastel). Warna lembut seperti merah muda, biru muda, hijau muda, lebih banyak menunjukan sifat kewanitaan yang dalam.  (Panduan Lengkap Membuat Pola dan Menjahit Busana. Penulis : Prima Olimpiade Kristi dan Nurhastuti Putri Utami. Penerbit:Trans Idea Publishing. 2015)

warna busana

warna busana. Warna memiliki peran yang sangat penting dalam sebuah busana. Warna busana menggambarkan karakter, baik busana itu sendiri maupun penggunanya. Maka dari itu, salah satu cara untuk mengetahui kepribadian seseorang bisa dilihat dari warna kesukaannya. Laki – laki biasanya menyukai warna yang kuat dan menantang seperti warna hitam, biru dan merah. Ini tentunya menggambarkan maskulinitas dari seorang laki -laki, seperti busana para rocker dan anak – anak punk, yang biasanya berwarna hitam. Sebaliknya perempuan biasanya lebih menyukai warna yang lembut atau soft seperti warna pink dan orange. Warna tersebut menggambarkan kefeminian seorang perempuan. (Komunikasi dibalik busana. Penulis Sihabuddin. Penerbit Arruzz Media 2019)

Viscose rayon

Viscose rayon adalah serat semisintetik yang bahan bakunya dari alam, yaitu kayu yang mempunyai kadar selulosa tinggi sehingga mempunyai kenyamanan dalam pemakian yang sangat baik pada berbagai kondisi. Ketika viscose rayon pertama kali digunakan untuk industri tekstil, serat ini digunakan untuk sebagai benang – benang filamen untuk alternatif pengganti sutra dengan biaya yang lebih murah. Prosesnya dikembangkan untuk memberikan kekuatan serta panjang benang yang lebih memadai sebagai bahan tenun maupun rajut. (Fashion Tekstil. Penulis : Adi Kusrianto. Penerbit :Andi Yogyakarta)

Violet

Violet. Violet merupakan warna campuran dari merah dan biru. Sifatnya dingin, tapi mengesankan. Warna ini sering diasosiasikan dengan kesedihan dan kematian. Sebaliknya, warna ini juga diasosiasikan dengan ketabahan dan keadilan. . (Panduan Lengkap Membuat Pola dan Menjahit Busana. Penulis : Prima Olimpiade Kristi dan Nurhastuti Putri Utami. Penerbit:Trans Idea Publishing. 2015)