Cara mengambil ukuran celana pria

Cara mengambil ukuran celana pria:

  1. Panjang celana, diukur dari pinggang sampai panjang yang diinginkan
  2. Lingkar pinggang, diukur sekeliling pinggang
  3. Lingkar pesak, diukur dari batas pinggang belakang melalui selangkangan menuju garis pinggang bagian muka
  4. Lingkar paha, diukur sekeliling paha terbesar
  5. Lingkar panggul, diukur sekeliling panggul terbesar
  6. Lingkar ujung kaki celana, diukur sekeliling kaki celana sesuai dengan model
  7. Panjang lutut,diukur dari pinggang sampai batas lutut
  8. Lingkar lutut, diukur sekeliling lutut sesuai dengan keinginan

(Prakarya dan kewirausahaan Tata Busana di Madrasah Aliyah. Penulis Dr.Suprihatiningsih. Penerbit deepublish)

Cara mengambil ukuran pola dasar celana wanita

Cara mengambil ukuran pola dasar celana wanita :
a. Lingkar pinggang, diukur pas sekeliling pinggang
b. Lingkar pesak, diukur dari batas pinggang belakang, melalui selangkangan menuju garis pinggang bagian muka
c. Lingkar panggul, diukur dari melingkar pada pinggul yang paling lebar secara horizontal ditambah 4cm
d. Panjang celana, diukur dari pinggang sampai batas mata kaki (sesuai model)
e. Lingkar ujung kaki, diukur sekeliling ujung kaki celana sesuai dengan ukuran yang diinginkan
f. Lingkar paha, diukur sekeliling paha terbesar
(Prakarya dan kewirausahaan Tata Busana di Madrasah Aliyah. Penulis Dr.Suprihatiningsih. Penerbit deepublish)

cara membeli bahan utama busana

cara membeli bahan utama busana:

  1. Pilihlah kain yang agak tebal tidak tembus pandang sehingga gaun terlihat indah
  2. Pilihlah motif kain sesuai dengan desain busana dan selera
  3. Telitilah dalam memilih bahan utama gaun jangan sampai ada yang rusak
  4. Pilihlah kain yang bersih

(Prakarya dan kewirausahaan Tata Busana di Madrasah Aliyah. Penulis Dr.Suprihatiningsih. Penerbit deepublish)

Tujuan mengukur badan

Tujuan mengukur badan dengan tepat, cermat dan teliti adalah…
a. Untuk mendapatkan data ukuran tubuh bagian atas
b. Agar kedudukan pakaian di badan menjadi nyaman
c. Memudahkan pada waktu mengepas pakaian, sehingga akan lebih cepat selesai
d. Kemungkinan salah kecil sehingga menghindari pakaian dari kerusakan karena ukuran yang tidak tepat.
(Prakarya dan kewirausahaan Tata Busana di Madrasah Aliyah. Penulis Dr.Suprihatiningsih. Penerbit deepublish)

Menggambar anatomi tubuh

Menggambar anatomi tubuh. Untuk menggambar anatomi tubuh dengan ukuran yang ideal ada beberapa hal yang harus diperhatikan:

  1. Perbandingan tinggi dan lebar tubuh
  2. Letak bagian – bagian tubuh
  3. Sikap, gaya dan gerak tubuh
  4. Jatuhnya pakaian pada tubuh

(Prakarya dan kewirausahaan Tata Busana di Madrasah Aliyah. Penulis Dr.Suprihatiningsih. Penerbit deepublish)

 

Tujuan desain hiasan pada busana

Desain hiasan pada busana mempunyai tujuan untuk menambah keindahan desain struktur atau siluet. Desain busana dapat berupa kerah, saku, renda, sulaman, kancing hias, bus, dan lain – lain. Desain hiasan harus memenuhi syarat – syarat sebagai berikut:
a. Hiasan harus dipergunakan secara terbatas atau tidak berlebihan
b. Letak hiasan harus disesuaikan dengan bentuk strukturnya
c. Cukup ruang untuk latar belakang. Yang memberikan efek kesederhanaan dan keindahan terhadap desain tersebut
d. Bentuk latar belakang harus dipelajari secara teliti dan sama indahnya dengan penempatan pola – pola pada benda tersebut
e. Hiasan harus cocok dengan bahan desain strukturnya dan sesuai dengan cara pemeliharaannya.
(Prakarya dan kewirausahaan Tata Busana di Madrasah Aliyah. Penulis Dr.Suprihatiningsih. Penerbit deepublish)

Siluet

Siluet dapat dibedakan atas beberapa bagian yang ditunjukan dalam bentuk huruf. Dalam bidang busana dikenal beberapa siluet, yaitu:

  1. Siluet A. Merupakan pakaian yang  mempunyai model bagian atas kecil dan bagian bawah besar. Bisa juga tidak mempunyai lengan
  2. Siluet Y. Merupakan model pakaian dengan model bagian atas lebar tetapi bagain bawah atau rok mengecil.
  3. Siluet I. Merupakan pakaian yang mempunyai model bagian atas besar atau lebar, bagian badan lurus, bagian badan atau tengah lurus dan bagian bawah atau rok besar.
  4. Siluet S. Merupakan pakaian yang mempunyai model dengan bagian atas besar, bagian punggung kecil dan bagian bawah atau rok besar.
  5. Siluet T. Merupakan pakaian yang mempunyai desain garis leher kecil, ukuran lengan panjang dan bagian bawah atau rok kecil
  6. Siluet L. Merupakan bentuk pakaian variasi dari berbagai siluet, dapat diberikan tambahan dibagian belakang dengan bentuk yang panjang/dropery. Bentuk ini biasanya terlihat pada pakaian pengantin barat.

.(Prakarya dan kewirausahaan Tata Busana di Madrasah Aliyah. Penulis Dr.Suprihatiningsih. Penerbit deepublish)

Rok

Berdasarkan ukuran panjangnya, rok dapat dibagi atas:

  1. Rok mikro yaitu rok yang panjangnya sampai batas pangkal paha
  2. Rok mini yaitu rok yang panjangnya sampai pertengahan paha atau 10 cm diatas lutut
  3. Rok kini yaitu rok yang panjangnya sampa batas lutut
  4. Rok midi yaitu rok yang panjangnya sampai pertengahan betis
  5. Rok maxi yaitu rok yang panjangnya sampai mata kaki
  6. Rok floor yaitu rok yang panjangnya sampai menyentuh lantai

(Prakarya dan kewirausahaan Tata Busana di Madrasah Aliyah. Penulis Dr.Suprihatiningsih. Penerbit deepublish)

Macam-macam celana panjang

Berdasarkan siluet dan panjangnya celana dapat dibedakan menjadi 8 macam, yaitu:

  1. Celana short atau hot pant yaitu celana pendek atau yang panjangnya sampai pertengahan paha
  2. Celana bermuda yaitu celana yang panjangnya lebih kurang 10 cm diatas lutut
  3. Cullote yaitu celana rok dengan bentuk agak melebar kebawah
  4. knikers yaitu celana yang menggelembung dengan kerut dibagian pinggang dan bagian bawah celana diberi manset. Panjangnya lebih kurang 10 cm diatas lutut.
  5. Jodh pure adalah celana dengan siluet Y, menggelembung pada bagian atas dan menyempit kebawah dan panjangnya sampai batas lutut
  6. Baggy jika panjangnya sampai mata kaki
  7. Legging yaitu celana pas kaki yang biasanya dibuat dari bahan yang stretch atau lentur dan panjangnya sampai mata kaki
  8. Capri yaitu celana yang panjangnya diatas mata kaki dan bagian bawah diberi belahan lebih kurang 20 cm
  9. Bell botton yaitu celana dengan panjang sampai mata kaki atau menutup mata kaki dan melebar dari lutut kebawah. Celana ini biasanya disebut dengan cutbray.

(Prakarya dan kewirausahaan Tata Busana di Madrasah Aliyah. Penulis Dr.Suprihatiningsih. Penerbit deepublish)

Langkah – langkah memotong bahan

Langkah – langkah memotong bahan

    Pola yang telah diletakan diatas bahan sesuai dengan rancangan bahan dan tela diperiksa, selanjutnya digunting sesuai dengan batas – batas pola. Hasil guntingan yang rata dan halus digunakan gunting yang tajam. Cara memotong yang benar adalah:

    1. Guntinglah dulu menurut panjang, baru menurut lebar. Selama menggunting usahakan supaya panjang dan lebar kain tetap sejajar dengan tepi mja oleh karena itu waktu menggunting kita berjalan mengelilingi meja.
    2. Tangan kiri diletakan diatas bahan yang akan digunting sedangkan tangan kanan memegang gunting dengan posisi gunting dengan lubang yang besar berada dibawah
    3. Menggunting dimulai dari pagian tepi dan potonglah dari bagian pola yang besar kemudian pola yang kecil.

    (Prakarya dan kewirausahaan Tata Busana di Madrasah Aliyah. Penulis Dr.Suprihatiningsih. Penerbit deepublish)