Serat kenaf

Serat kenaf adalah serat yang diambil dari batang tanaman Hibiscus Cannabinus. Serat ini dikenal sejak zaman prasejarah di India. Negara utama penghasil kenaf adalah India dan Pakistan. Kenaf juga ditanam dalam jumlah kecil di Indonesia, Rusia, Amerika Serikat, Cuba, Meksiko, Filipina dan Afrika Selatan. Kekuatan serat kenaf hampir sama dengan jute. Kenaf terutama digunakan untuk tali temali, kanvas dan karung. (Ilmu Tekstil. Penulis : Dewi Suliyanthini. Penerbit: Rajawali Pers)

Serat kapas

Serat kapas. Serat kapas adalah rajanya serat tekstil. Dikatakan demikian karena serat kapas memiliki sifat – sifat yang sangat baik sebagai bahan pakaian terlebih pakaian yang dikenakan sehari – hari dalam kurun waktu yang lama melekat ditubuh. Hal itu karena seratnya nyaman dan bisa dipakai disemua kalangan masyarakat. Serat kapas sangat penting bagi industri tekstil karena bahannya relatif mudah didapat. (Fashion Tekstil. Penulis : Adi Kusrianto. Penerbit :Andi Yogyakarta)

Serat hewan

Serat hewan adalah serat yang berasal dari binatang seperti bulu biri – biri, unta, kambing dan kepompong. Wol dan sutra adalah bahan yang berasal dari serat protein. Pada umumnya serat dari protein lebih mudah dipengaruhi bahan – bahan kimia daripada serat selulosa. (Belajar Tata Busana Mudah dan Menyenangkan. Mila Fadila. Penerbit LKP)

Serat galian

Serat galian berasal dari galian tanah yang berupa logam, asbes seperti sumbu kompor minyak tanah. Bahan logam sering dipakai untuk membuat benang seperti benang emas, benang perak, benang tembaga, benang aluminium ataupun dengan lapisan plastik. Karena sifat dari benang yang terbuat dari logam kaku dan sukar dipelihara, maka harus dicampur dengan bahan lain. Bahan logam sering juga dipakai untuk brokat, lame, tenunan, songket. (Cerdas Memilih Bahan Baku Busana. Penulis:Lilik Nurhayati. Penerbit MKS)

Serat Flax

Serat Flax. Sejarah serat Flax dapat ditelusuri sejak 10.000 tahun yang silam. Kain – kain linen atau lena yang yang terdapat dipedalaman Swiss menunjukan bahwa manusia zaman neolitik telah mahir dalam pengolahan serat flax. Pada zaman dahulu, Mesir tersohor dengan julukan negeri linen, karena produksinya dipergunakan untuk pakaian para bangsawan dan untuk pembungkus mumi. Pada abad ke – 17 Irlandia menjadi pusat pembuatan bahan tekstil dari linen. Negara penghasil flax terbesar adalah Rusia. Negara Jerman, Argentina dan negara – negara Baltik juga penghasil flax, demikian pula Kanada. Sedangkan Belgi adalah negara penghasil flax dengan kualitas terbaik. (Ilmu Tekstil. Penulis : Dewi Suliyanthini. Penerbit: Rajawali Pers)

Serat buatan

Serat buatan. Serat buatan terbentuk dari polimer – polimer baik yang berasal dari alam maupun polimer buatan yang dibuat dengan cara polimerisasi senyawa – senyawa kimia. Semua proses pembuatan serat dilakukan denga cara menyemprotkan polimer yang berbentuk cairan melalui lubang – lubang kecil yang disebut spineret. (Ilmu Tekstil. Penulis : Dewi Suliyanthini. Penerbit: Rajawali Pers)

Serat batang eceng gondok

Serat batang eceng gondok diperoleh dari batang tanaman eceng gondok (eichhornia crassipes solms(mart)solms). Eceng gondok adalah gulma air yang pertumbuhannya sulit dikendalikan. Serat eceng gondok berwarna coklat, kuat, tahan panas dan tahan dicuci. Dengan kandungan serat yang cukup besar, eceng gondok berpotensi untuk dikembangkan dalam bidang komposit brbasis serat alam. Hal itu disebabkan tanaman ini memiliki kualitas serat yang ulet, kandungan serat cukup tinggi, bahan baku yang melimpah (sustainable resources), murah dan mudah didapat serta tidak beracun. Salah satu aplikasinya adalah untuk pembuatan papan serat berkerapatan sedang. Serat eceng gondok juga sudah dimanfaatkan sebagai bahan baku kerajinan berupa kursi, meja, tali, hiasan dinding, mebel, dan lain – lain. (Fashion Tekstil. Penulis : Adi Kusrianto. Penerbit :Andi Yogyakarta)

Kerak bumi (crust)

Kerak bumi (crust) merupakan kulit bumi bagian luar (permukaan bumi) dengan massa 0,3% dari massa keseluruhan bumi. Tebal lapisan kerak bumi mencapai 70 km dan merupakan lapisan batuan yang terdiri batu – batuan basa dan masam. Lapisan ini menjadi tempat tinggal bagi seluruh makhluk hidup. Suhu dibagian bawah kerak bumi mencapai 1.100 derajat Celsius. Lapisan kerak bumi yang paling atas disebut litosfer. Kerak bumi terbagi menjadi dua bagian yaitu kerak benua dan kerak samudra. (Teori Pembentukan Bumi. Penulis: Wawan Hananto. Penerbit Istana Media, 2018)

Serat bambu

Serat bambu. Sebagai selulosa, serat – serat bambu diregenerasi dari 100% bambu yang diproses menggunakan teknologi tinggi. Bahan baku bambu dipilih dari tanaman bambu dari daerah yang bebas dari pencemaran di provinsi Yunan dan Sicuan, China. Tanaman bambu berumur 3 – 4 tahun memiliki karakter yang baik dan ideal. Seluruh penyulingan dan proses produksi dilakuan dengan relatif hijau tanpa polusi. Perusahaan yang memproduksi serat bambu diawasi dengan ketat sesuai dengan ISO 9001 dan ISO 14001. Sifat yang lebih penting dari serat bambu adalah tekstil biodegradabel, yaitu sebagai serat selulosa alami bisa 100% terurai ditanah oleh mikroorganisme dan sinar matahari. Serat bambu digunakan untuk pakaian mandi, pakaian dalam, selimut, handuk, non wove fabric, bahan sanitasi, bahan dekorasi dan bahan keperluan kamar mandi. (Fashion Tekstil. Penulis : Adi Kusrianto. Penerbit :Andi Yogyakarta)

Serat aramid

Serat aramid adalah serat sintetis yang kuat dan tahan panas. Digunakan dalam kedirgantaraan/aktivitas ruang angkasa dan aplikasi militer, untuk tubuh kain baju bsi balistik dan komposit balistik. Aramid banyak digunakan untuk baju pemadam kebakaran, pembalab mobil dan motor. Aramid termasuk jenis nylon, seperti namex, kevlar dan twaron adalah bahan yang sangat tahan api, tahan suhu tinggi, terbakar pada suhu 500 derajat Celsius. Serat ini memiliki serat mirip dengan serat tekstil untuk pakaian normal, ditandai dengan resistensi yang sangat baik terhadap panas, karena tidak meleleh atau menyatu dalam tingkat normal oksigen. Hal ini digunakan secara luas dalam produksi bahan pelindung, penyaringan udara, termal dan insulasi listrik serta pengganti asbes. (Fashion Tekstil. Penulis : Adi Kusrianto. Penerbit :Andi Yogyakarta)