Sutra laba – laba (spider silk) adalah serat protein yang dihasilkan olh laba – laba. Serat laba – laba adalah salah satu serat alami yang dikenal paling kuat. Menurut ahli zoologi evolusioner dan ahli jaring laba – laba, Fritz Vollrath dari Denmark, jaring laba – laba lebih tahan lama dan elastis dibanting fiber terkuat buatan manusia, yaitu kevlar yang dibuat untuk membuat rompi anti peluru. Selain sangat lentur, jaring laba – laba mampu meregang hingga 140% tanpa rusak. Kekuatan jaring laba – laba lima kali lebih kuat dari serat baja dengan ketebalan yang sama. Serat laba – laba sangat ringan dan lentur. Penggunaannya sangat potensial untuk berbagai industri, mulai dari benang jahit bagi dokter bedah sampai untuk pelindung militer. Jaring laba – laba dalam prosesnya berasal dari bentuk gel (mirip lendir). Gel ini ditarik atau disemprotkan dari kantung penyimpanannya yaitu kelenjar asam menjadi bentuk serat yang padat. Kelenjar asam laba – laba ini diistilahkan sebagai kelenjar spineret. Spineret mengeluarkan berbagai jenis jaring yang lengket hingga tak lengket tergantung kebutuhan. Satu masalah adalah bahwa orang tidak dapat beternak laba – laba dikarenakan hewan ini termasuk makhluk teritoral. Jika dibiarkan berdekatan, mereka cenderung memangsa satu sama lain. Semua laba – laba menghasilkan sutra dan seekor laba – laba dapat memproduksi hingga tujuh jenis sutra untuk kegunaan berbeda. Produsen di Jepang saat ini telah berusaha memproduksi serat sutra laba – laba secara sintetis. (Fashion Tekstil. Penulis : Adi Kusrianto. Penerbit :Andi Yogyakarta)