Lyocell adalah salah satu serat buatan selulosa yang akhir – akhir ini banyak digunakan oleh industri tekstil sebagai alternatif pengganti dan pelengkap serat lainnya seprti rayon, viskosa, kupro, midal, asetat dan serat kapas. Munculnya serat selulosa buatan baru ini diawali pada tahun 1990 karena serat selulosa buatan yang telah ada sebelumnya dihasilkan dari derivated cellulose yang menggunakan senyawa karbon bisulfit (CS) atau kuproamonium yang berdampak pada pencemaran lingkungan. Pada umumnya, serat lyocell memiliki karakteristik yang lebih baik dari serat selulosa buatan lainnya atau serat kapas terutama dalam hal kekuatan, daya serap, efek mengkeret dan dapat dbiodegradasi. Namun, kelemahan dari serat lyocell terletak pada kecenderungannya membentuk efek fibril (sekelompok serat yang sangat halus pada permukaanserat lyocell utuh, panjang kurang lebih 1 mm) akibat perlakuan tegangan dalam kondisi basah pada saat proses pembuatan seratnya ( pemintalan filamen) atau pada sat pross lainnya. Disatu sisi, efek fibril diperlukan untuk keperluan teknis tekstil dan spesial efek untuk keperluan mode (pakaian jadi). Akan tetapi, dilain pihak efek ini harus dihilangkan karna akan menurunkan kualitas benang/kain dalam hal ketahanan gosok. Pemanfaatan serat lyocell akhir – akhir ini sudah banyak diterapkan di industri pakaian jadi (gaun wanita dan sesuai untuk pakaian ringan), tektil rumah tangga dan produk non – woven (higienis, kosmetika dan kesehatan). (Fashion Tekstil. Penulis : Adi Kusrianto. Penerbit :Andi Yogyakarta)
Lyocell
Diterbitkan oleh honeycreations.wordpress.com
segala hal yang berhubungan dengan kerajinan tangan, desain dan aneka informasi Lihat semua pos milik honeycreations.wordpress.com