Bathing suit. Pada akhir abad ke – 19, bathing suit (pakaian renang) terdiri atas dua bagian. Sebuah turik panjang dan celana pendek yang menutupi hampir seluruh tubuh. Bathing suit biasanya terbuat dari bahan wol atau wol campuran, oleh karena itu tidak cocok untuk berenang. Pada pergantian abad, pakaian ini digantikan oleh pakaian renang terusan (satu potongan) yang dipopulerkan oleh perenang wanita, Anette Kellerman, yang bertanding melawan perenang pria pada lomba renang di sungai Thames – London – Sungai Seine – Paris dan terusan Inggris. Bathing suit terusan dari bahan rib knit (rajutan bergaris) dengan elastic dibuat di Amerika oleh perusahaan Jantzen, pada tahun 1920 dan 1924. Perancang Jean Patou memperkenalkan bathing suit yang terinspirasi dari desain kubisme. Channel juga turut membantu mempromosikan bathing suit. Pada tahun 1920 – an kebanyakan bathing suit dirancang sebagai pakaian pantai daripada untuk berenang. Pada decade berikutnya, kostum backless (punggung terbuka) menjadi popular. Setelah Perang Dunia II, penemuan bahan tipis cepat kering membantu mempopulerkan pakaian renang. Pada pertengahan abad ke – 20, bathing suit, swimsuit dan bathing costume adalah beberapa sebutan untuk pakaian renang. Pada tahun 1960 – an, swimsuit pada umumnya diberi penyangga dada dan korset untuk menonjolkan bentuk dada serta mengecilkan pinggang. Bentuk tersebut menyerupai bentuk busana pada periode itu. Kostum renang yang lebih simple mulai muncul selama tahun 1960, yaitu pada bagian paha, lengan serta pundak berpotongan terbuka. Tren ini berlanjut di sepanjang tahun 1970 – an, dan pada akhir periode tersebut, swimsuit terusan kembali menjadi mode. Swimsuit pada tahun 1980 – an pada umumnya menempel pada tubuh. (A to Z istilah fashion. Goet Poespo. Penerbit PT. Gramedia)
Bathing suit
Diterbitkan oleh honeycreations.wordpress.com
segala hal yang berhubungan dengan kerajinan tangan, desain dan aneka informasi Lihat semua pos milik honeycreations.wordpress.com