- brokat
Cara merawat pakaian brokat
a. Cuci dengan air hangat dan tambahkan sabun cuci cair atau sampo. Rendam selama kurang lebih 10 menit. Tidak disarankan mencuci pakaian brokat dengan mesin cuci
b. Jika pakaian brokat terkena noda, usapkan air jeruk nipis pada noda tersebut. Diamkan beberapa saat, lalu rendam dengan sabun cuci cair yang lembut
c. Kucek dengan lembut dan tidak perlu diperas
d. Pada saat pengeringan, gunakan gantungan baju dan keringkan dengan diangin – anginkan
e. Pakaian berbahan brokat tidak perlu disetrika agar tidak berubah bentuk dan serat benang tetap awet
f. Simpan pakaian brokat didalam lemari dengan cara digantung, beri lemari kapur barus untuk mengusir ngengat dan jamur.
Kategori: Tips
Merawat pakaian bahan sifon
- Sifon
Cara merawat pakaian sifon
a. Perhatikan petunjuk mencuci dan menyetrika yang terdapat pada label pakaian tersebut.
b. Jika pada pakaian sifon terdapat aksesoris payet, cucilah dengan tangan agar payet tidak rusak (lepas) dan berubah bentuk
c. Jika pakaian terkena noda minyak akibat terciprat makanan, taburkan bedak diatas noda tersebut untuk mencegah minyak membekas diatas kain sifon . jika memungkinkan, cucilah segera
d. Jika pakaian terkena permen karet, segera ambil es batu atau lilin untuk membuat permen karet menjadi kaku sehingga mudah dilepas. Caranya, gosokan es batu atau lilin ditempat yang terkena permen karet. Tunggu beberapa saat sampai bekas permen karet tersebut mengeras. Jika sudah mengeras, angkat bekas permen karet secara perlahan agar tidak menimbulkan bekas
e. Pakaian berbahan sifon sebaiknya dicuci dengan detergen cair khusus untuk pakaian berbahan halus. Rendam dalam air bersuhu normal kurang lebih 30 menit kemudian bilas. Jangan memeras pakaian sifon terlalu kuat karena akan menimbulkan lipatan. Akan lebih baik mencucinya dengan cara dry cleaning
f. Setrika pakaian sifon dengan panas sedang agar tidak menimbulkan bekas setrika dan warna kain tetap awet
g. Simpan pakaian sifon didalam lemari dengan cara digantung, pakaian sifon sebaiknya tidak dilipat agar tidak menimbulkan bekas lipatan yang mengganggu
Merawat rajutan
- Rajutan
1) Cara mengenakan
Pakaian berbahan rajutan tidak boleh ditarik – tarik pada saat dikenakan agar tidak molor. Juka sudah terlanjur molor, rajutan tidak akan bisa kembali kebentuk semula.
2) Cara mencuci
a. Siapkan air hangat dan tambahkan detergen secukupnya. Pipihlah detergen yang lembut agar tidak merusak warna pakaian tersebut
b. Rendam pakaian rajutan tersebut selama 15 – 30 menit dan pastikan semua kotoran sudah terangkat atau terlepas
c. Sebaiknya pakaian berbahan rajutan dicuci dengan tangan dan dikucek dengan lembut. Jika terpaksa harus menggunakan mesin cuci, setel mesin cuci pada mode soft dan lakukan sebentar dengan kecepatan rendah
d. Pakaian berbahan rajutan tidak boleh disikat. Hal ini akan merusak serat benang tersebut (pakaian menjadi berbulu)
e. Pada saat mengeringkan pakaian rajutan, tidak boleh memerasnya terlalu kuat dan memilinnya. Hal ini dapat merusak serat benang dan pakaian akan menjadi molor. Jadi peraslah dengan lembut, lalu jemur
3) Cara menjemur
a. Sebaiknya menjemur pakaian berbahan rajutan dengan menghamparkannya diatas permukaan datar agar pakaian tidak melar. Jangan lupa memberi alas diatas tempat mengeringkan tersebut
b. Jika terpaksa karena tidak ada tempat untuk mengeringkan dengan menghamparkannya, bisa juga menggantungkan pakaian rajutan dengan gantungan pakaian, tetapi lakukan pada saat pakaian sudah agak kering dan tidak perlu menggunakan jepitan jemuran karena akan meninggalkan bekas
c. Pakaian berbahan rajutan cukup dikeringkan dengan diangin – anginkan agar warna pakaian awet
d. Tidak disarankan untuk menyetrika pakaian berbahan rajutan agar warnanya awet. Jika disetrika, benang nilon akan mengkilap lalu pudar, selain itu bahan rajutan tidak mudah kusut
Merawat pakaian berbahan nilon
- Merawat pakaian berbahan nilon:
a. Cuci pakaian berbahan nilon dengan sabun alkali dan dapat dicuci secara kimiawi (dry cleaning). Bisa juga mencuci dengan mesin cuci. Pada saat mengeringkan, setel mesin cuci pada kecepatan rendah
b. Jemur dibawah terik sinar matahari, tetapi perlu sering dibolak – balik. Jemur bagian dalam agar warna dan aksesori pakaian tersebut tetap awet
c. Pada saat menyetrika, gunakan panas sedang karena kain nilon tidak tahan panas tinggi. Pada suhu setrika 180 derajat Celsius, nilon mulai lengket dan rusak
d. Simpan dalam lemari dan pastikan tidak terlipat karena akan menimbulkan bekas lipatan
Merawat pakaian bahan polyester
- Cara merawat bahan polyester
a. Pisahkan pakaian berwarna dengan pakaian lainnya, karena bahan polyester mudah luntur
b. Pakaian berbahan polyester cukup kuat terkena sinar matahari secara langsung, namun sebaiknya menjemur bagian dalamnya
c. Setrika dengan panas sedang atau tinggi karena sifat kain yang mudah kusut namun jangan sampai terlalu panas karena dapat merusak serat kain
d. Simpan dilemari dan pastikan tidak terlipat agar tidak menimbulkan bekas lipatan
Merawat pakaian bahan pike
- Cara merawat pakaian berbahan pike (pique)
a. Pada saat mencuci, pakaian berbahan pike tidak perlu direndam lama dan dikucek dengan kuat. Cukup beri detergen lembut secukupnya dan kucek dengan tangan secara lembut. Jangan diperasagar pakaian tidak kusut
b. Sebaiknya tidak menjemur pakaian dengan bahan pike dibawah sinar matahari langsung agar warnanya tidak pudar
c. Setrika dengan panas rendah
d. Simpan dilemari dan pastikan tidak berlipat agar tidak menimbulkan bekas lipatan
Merawat pakaian katun
- Cara merawat pakaian berbahan katun:
a. Mesin cuci. Sebaiknya menggunakan detergen yang lembut dan menyetel mesin cuci pada mode gentle agar pakaian katun lebih tahan lama.
b. Khusus pakaian katun berwarna, sebaiknya tidak mencucinya bersama dengan kain putih yang menggunakan pemutih pakaian. Pemutih pakaian bisa merusak warna
c. Khusus pakaian putih. Sebaiknya tidak direndam terlalu lama agar tidak kekuningan. Selain itu, pada saat dicuci, pakaian putih harus dipisah dengan pakaian berwarna agar tidak terkena luntur
d. Pakaian katun sebaiknya tidak diperas terlalu kuat agar serat kain tidak rusak
e. Ketika dijemur, pakaian katun sebaiknya dibalik, bagian dalam berada diluar, sehingga yang terkena sinar matahari adalah bagian dalam. Hal ini dilakukan untuk menjaga warna pakaian tetap awet
f. Pakaian katun sebaiknya disetrika dengan suhu panas agar cepat halus dan tidak lembab saat disimpan. Pakaian katun tidak boleh disimpan dalam keadaan lembab karena kain katun mudah berjamur. Oleh karena itu, pakaia berbahan katun sebaiknya disimpan dalam lemari yang kering dan cukup udara
g. Khusus pakaian katun yang ada sablonnya, pada saat penyetrikaan sebaiknya menyerika bagian dalam agar tidak merusak sablon tersebut. Ada pula yang menyarankan agar menyetrika bagian luar dengan memberi alas diatas sablon tersebut namun sebaiknya tidak melakukan itu karena hal seperti itu masih bisa merusak sablon jika setrika terlalu panas atau mungkin saja sablon terkena setrika secara langsung
h. Pada saat penyimpanan dilemari, sebaiknya memberi kapur barus supaya pakaian tidak mudah dimakan ngengat dan tetap harum. Perhatikan juga tumpukan pakaian, jangan sampai ada bagian yang terlipat, karena lipatan ini akan membekas pada saat mengenakan pakaian tersebut.
Menghilangkan noda berwarna
Noda berwarna seperti tinta pulpen, cairan buah – buahan, getah dedaunan, rumput – rumputan atau alang – alang, mustard, saus tomat, saus sambal, dll. Noda tinta bisa dihilangkan dengan mengaplikasikan alkohol ke permukaan noda, kemudian digosok dengan sedikit detergen cair atau bubuk. Bila noda belum hilang juga, gunakan cairan semprot penghilang noda. Noda buah – buahan bisa dihilangkan dengan menggunakan detergen dan dibilas dengan air bersih. Noda selai buah dan noda getah dedaunan bisa dihilangkan dengan merendam pakaian yang bernoda dalam larutan borax (dengan konsentrasi/dosis 2 sdm dilarutkan dalam 1 liter air) selama kurang lebih 30 menit, kemudian disikat menggunakan sikat berbulu halus sambil dikucek. Setelah itu dicuci dengan menggunakan mesin cuci seperti biasa. Pencucian atau perendaman dengan bahan kimia sebaiknya tidak diiringi dengan penjemuran pakaian di bawah terik langsung. Sebaliknya, cucian diangin – anginkan atau dijemur di dalam ruangan yang beratapkan seng
Membersihkan noda kosmetik
Noda kosmetik seperti lipstik, lip gloss, maskara, eye shadow, pemulas pipi,dsb adalah dengan merendam pakaian selama 5 menit dalam larutan amoniak yang dibuat dari 5 ml amoniak yang dilarutkan dalam 500 ml air (1 sdt dilarutkan dalam 2 cangkir air bersih). Sikat dengan sikat berbulu halus pada bagian terkena noda, kemudian bilas dengan air dingin hingga bersih. Cuci menggunakan air hangat yang di bubuhi sabun cuci/deterjen. Bilas lagi dengan hingga bersih dengan air dingin.
Menghilangkan noda protein
Noda yang berasal dari bahan protein. Seperti noda darah, tumpahan produk susu, keju, tanah dan lumpur, makanan bayi, telur, krim, lem, es krim dan muntahan. Cara jitu untuk menghilangkan noda tersebut adalah dengan mencucinya dengan air dan dingin dan membilasnya berulang kali hingga noda benar – benar hilang. Bila masih membandel bisa menggunakan deterjen kuat, baking soda, sabun natural, air jeruk nipis, asam sitrat atau cairan penghilang noda.