Busana menurut Miss M. Jalins dan Ita A. Mandy

Busana menurut Miss M. Jalins dan Ita A. Mandy dalam bukunya Unsur – Unsur pokok Dalam Seni Pakaian, busana atau pakaian dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang kita pakai mulai dari kepala sampai ke ujung kaki. (Panduan Lengkap Membuat Pola dan Menjahit Busana. Penulis : Prima Olimpiade Kristi dan Nurhastuti Putri Utami. Penerbit:Trans Idea Publishing. 2015)

Busana kerja

Busana kerja perlu bahan yang memberi kesan resmi tetapi dapat leluasa bergerak dan menyerap keringat. Bisa digunakan bahan yang agak tebal tetapi lentur, karena kebanyakan desain busana kerja memakai garis – garis yang tegas untuk menunjuk kesan formal. Bahan busana kerja bisa memakai bahan dari serat alam atau campuran serat alam seperti katun, linen, batik. (Cerdas Memilih Bahan Baku Busana. Penulis:Lilik Nurhayati. Penerbit MKS)

Busana dan persepsi dalam komunikasi antarpribadi

Busana dan persepsi dalam komunikasi antarpribadi. Busana yang dikenakan seluruh peserta komunikasi antarpribadi sangat mempengaruhi penilaian atau persepsi para peserta komunikasi lainnya. Persepsi tersebut merupakan kesimpulan dari hasil pengamatan yang dilakukan para peserta komunikasi antarpribadi terhadap busana yang dikenakan peserta komunikasi antarpribadi lainnya. Misalnya, pada sesi wawancara, pewawancara biasanya mengamati busana para pencari kerja. Apalagi jika posisi yang dilamar sangat berhubungan dengan penampilan, pewawancara wajib mengamati busana yang dikenakan pelamar. (Komunikasi dibalik busana. Penulis Sihabuddin. Penerbit Arruzz Media 2019)

Busana dan agama

Busana dan agama. Agama memiliki aturan – aturan dalam berbusana bagi pemeluknya. Misalnya, dalam islam seorang muslimah diwajibkan menutupi semua anggota badannya kecuali telapak tangan dan wajah. Oleh karena itu, seorang muslimah yang taat terhadap aturan ini berusaha menutupi auratnya dengan menggunakan jilbab atau kerudung sebagai penutup kepala. Dengan demikian, jilbab menjadi simbol wanita muslimah tanpa terkecuali. (Komunikasi dibalik busana. Penulis Sihabuddin. Penerbit Arruzz Media 2019)

Busana dalam komunikasi organisasi

Busana dalam komunikasi organisasi. Manusia mengenal busana terlebih dahulu sebelum mengenal organisasi. Busana adalah bukti dari awal kemajuan peradaban manusia, sedangkan organisasi tumbuh dan berkembang di lingkungan manusia yang beradab. Busana dalam komunikasi organisasi dilihat bukan sebagai identitas mewakili pribadi, melainkan mewakili sebuah organisasi dan peran yang melekat didalamnya. Begitupula dengan komunikasinya, tidak hanya membawa identitas yang melekat pada dirinya, tetapi juga identitas yang melekat pada organissi yang diikutinya. (Komunikasi dibalik busana. Penulis Sihabuddin. Penerbit Arruzz Media 2019)

Busana dalam identitas budaya

Busana dalam identitas budaya. Sebagai salah satu dari sekian banyak karya manusia, busana sama dengan benda – benda ciptaan manusia lainnya seperti senjata tradisional yang menjadi identitas dari budaya itu sendiri. Saking melekatnya manusia dengan busana dalam kehidupan berbudaya sehingga Sihabuddin sendiri mengatakan, manusia yang tidak mengenal busana adalah manusia yang kurang bahkan tidak berbudaya. Busana menjadi identitas budaya karena dimiliki oleh kelompok budaya tertentu. (Komunikasi dibalik busana. Penulis Sihabuddin. Penerbit Arruzz Media 2019)

Busana dalam organisasi

Busana dalam budaya organisasi. Setiap sekumpulan orang yang berlangsung lama akan membentuk budaya – budaya yang menjadi identitas kelompoknya. Identitas tersebut dihasilkan dari komunikasi yang disengaja atau tidak disengaja dalam kehidupan sehari – hari. Salah satu yang dirasakan, diyakini dandijalani oleh sebuah organisasi adalah peraturan tentang berbusana organisasi. Peraturan tentang memakai busana dalam sebuah organisasi merupakan salah satu elemend dari budaya organisasi. Namun budaya organisasi menjadi satu kesatuan dalam sebuah organisasi, tidak bisa dipandang atau dibedakan dengan melihat sebagian organisasi. (Komunikasi dibalik busana. Penulis Sihabuddin. Penerbit Arruzz Media 2019)

Busana

Busana dalam arti umum adalah bahan tekstil atau bahan lainnya yang sudah dijahit atau tidak dijahit yang dipakai atau disampirkan untuk penutup tubuh seseorang. Dalam arti sempit busana dapat diartikan bahan tekstil yang disampirkan atau dijahit terlebih dahulu dipakai untuk penutup tubuh seseorang yang langsung menutupi kulit ataupun yang tidak langsung menutupi kulit. (Belajar Tata Busana Mudah dan Menyenangkan. Mila Fadila. Penerbit LKP)

Busana

busana adalah kepribadian. Busana atau pakaian merupakan salah satu dari sekian banyak arah minat dan pandangan mengena nilai – nilai yang digunakan seseorang. Busana merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan dengan manusia, apalagi dengan manusia modern. Hal ini karena salah satu yang membedakan antara manusia dengan hewan adalah busana. Manusia yang berakal pasti akan menggunakan busana untuk melindungi dan menjaga tubuhnya. Selain itu, manusia memakai busana karena memiliki rasa malu dan busana tersebut digunakan untuk menutupi tubuhnya agar tidak malu. Menurut Sihabuddin, busana terbaik adalah busana yang tidak menyalahi aturan dan menambah ketentraman bagi setiap orang yang ada disekitarnya. Maka dari itu, salah satu cara untuk mengetahui baik atau tidaknya seseorang bisa dilihat dari bagaimana seseroang tersebut berbusana. Lebih luas lagi untuk mengetahui kepribadian seseorang, salah satu caranya dengan melihat busananya. Hal ini karena busana yang dipakai seseorang secara tidak langsung mengkomunikasikan kepribadian si pengguna busana tersebut. Oleh karena busana adalah komunikasi maka bagaimana seseorang berbusana sama halnya dengan bagaimana seseorang menjelaskan tentang dirinya sendiri. (Komunikasi dibalik busana. Penulis Sihabuddin. Penerbit Arruzz Media 2019)

Busana

Busana adalah identitas pribadi. Busana yang digunakan seseorang dalam berkomunikasi sangat mempengaruhi cara pandang orang lain terhadap dirinya. Tidak jarang, orang mengidentifikasikan seseorang dengan busanaya. Hal ini biasa terjadi ketika komunikasinya berintensitas tinggi dalam kurun beberapa waktu dan orang tersebut sering menggunakan baju yang sama atau ada kesaamaan dengan baju lainnya. Kesamaan tersebut bisa dari segi warna, ukuran, motif, kerapian dan kebersihan. (Komunikasi dibalik busana. Penulis Sihabuddin. Penerbit Arruzz Media 2019)