Kain songket tidak boleh dilipat. Ia harus digulung dengan kayu bulat yang berdiameter 5cm. Hal ini perlu dilakukan untuk menjaga agar bentuk motifnya tetap bagus dan benang emasnya tidak putus. Jadi Songket tetap dalam keadaan baik dan rapi. (Kain – kain tekstil di Indonesia. Penulis Cepy Suherman. Penerbit Talenta Pustaka Indonesia)
Kategori: Tidak Dikategorikan
Kain Songket Palembang
Kain Songket Palembang banyak dipakai oleh kaum perempuan dalam upacara adat perkawinan. Kain ini tidak hanya dipakai oleh mempelai perempuan,melainkan juga oleh penari perempuan maupun tamu undangan perempuan. Selain itu, songket juga dipakai dalam acara – acara resmi seperti penyambutan tamu (pejabat) dari luar maupun dari Palembang sendiri. Pemakaian Songket yang hanya terbatas pada kegiatan – kegiatan tertentu, disebabkan karena Songket merupakan jenis pakaian yang tinggi nilainya. Kain Songket sangat dihargai oleh masyarakat Palembang. (Kain – kain tekstil di Indonesia. Penulis Cepy Suherman. Penerbit Talenta Pustaka Indonesia)
Kain songket
Kain songket ditenun pada mesin tenun bingkai Melayu. Daam pembuatannya, songket harus melalui delapan tahapan sebelum menjadi sepotong kain dan masih ditenun secara tradisional. Motif yang digunakan biasanya berupa flora dan fauna. (Kain – kain tekstil di Indonesia. Penulis Cepy Suherman. Penerbit Talenta Pustaka Indonesia)
Kain songket
Kain songket dibedakan dibedakan antara Songket Lepas dan Songket Tawur. Songket Lepas adalah Songket dengan desian benang emas yang penuh. Sementara Songket Tawur benang emasnya bertabur atau berserak. Perbedaakn tersebut penting karena motif Songket yang dipakai seseorang melambangkan kebesaran dan keagungan. (Kain – kain tekstil di Indonesia. Penulis Cepy Suherman. Penerbit Talenta Pustaka Indonesia)
Kain sasirangan
Kain Sasirangan. Secara bahasa. Istilah Sasirangan bukanlah kata benda, tapi kata kerja. Sa artinya satu dan sirang artinya jelujur. Ini berarti Sasirangan artinya dibuat menjadi satu jelujur. Kain Sasirangan sendiri dibuat dengan teknik tusuk jelujur, kemudian diikat tali rafia dna selanjutnya dicelup. (Kain – kain tekstil di Indonesia. Penulis Cepy Suherman. Penerbit Talenta Pustaka Indonesia)
Kain Sasirangan
Kain Sasirangan. Pada awalnya, bahan baku untuk membuat kain sasirangan adalah serat kapas (katun). Dalam perkembangannya, digunakan pula bahan baku selain kapas seperti polieser, rayon, sutara dan lain – lain. (Kain – kain tekstil di Indonesia. Penulis Cepy Suherman. Penerbit Talenta Pustaka Indonesia)
Kain
Kain dapat diartikan sebagai barang yang ditenun dari benang kapas, atau barang tenunan ntuk pakaian atau untuk maksud lain. Kain sendiri terbentuk dari serat tekstil yang diolah sedemikian rupa sehingga tercipta kain yang sehari – hari terlihat dipasaran. (Belajar Tata Busana Mudah dan Menyenangkan. Mila Fadila. Penerbit LKP)
Kaftan
Kaftan merupakan perkembangan dari bentuk dasar kutang atau tunik atau tunika yang dipotong bagian tangan muka shingga terdapat belahan pada bagian depan pakaian. Orang – orang Babylonia lebih lama menggunakannya sebagai penutup badan bagian atas. Bentuk kaftan yang asli masih dipakai oleh petani di Mesir. Di Indonesia kaftan dikenal dengan nama kebaya, di Jepang dikenal dengan nama kimono dan di negara – negara Timur Tengah dikenal dengan jubah. Busana kaftan berbentuk baju longgar panjang, sisi lurus, berlengan panjang dan ada belahan pada tengah muka. Kaftan memiliki ciri khas, mempunyai belahan di sepanjang tengah muka. Kaftan memiliki ciri khas, mempunyai belahan di sepanjang tengah muka dan memakai lengan. Belahan ini ada kalanya disematkan dengan peniti dan ada juga yang dibiarkan lepas (tidak disematkan). (Belajar Tata Busana Mudah dan Menyenangkan. Mila Fadila. Penerbit LKP)
Jute
Jute adalah serat yang didapat dari kulit batang tanaman Corchorus Capsularis dan Corchorus Olitorius. Serat jute telah dikenal sejak zaman Mesir kuno dan berasal dari laut tengah dan kemudian dikenal luas ke India, Bangladesh dan Pakistan. Kain Jute pertama kali diekspor dari India pada akhir abad ke – 18. Penggunaan serat jute sebagai bahan pembungkus dan karung, sebagai tekstil industri pelapis permadani, isolasi listrik, tali temali, terpal dan bahan untuk atap. Tetapi untuk jenis makanan tertentu jute tidak baik dipergunakan sebagai bahan pembungkus karena bulu – bulu yang halus akan mengotori makanan. (Ilmu Tekstil. Penulis : Dewi Suliyanthini. Penerbit: Rajawali Pers)
Jarum tangan
Jarum tangan dibuat berdasarkan kegunaan. Kegunaan jarum tangan ini ada dua, yaitu untuk menjelujur yang merupakan jahitan sementara, dan mengesom/kelim yaitu jahitan yang sudah paten misalnya untuk menjahit tepi kain dan memasang kancing. (Keterampilan Tata Busana di Madrasah Aliyah jilid 1. Penulis Dr. Hj. Suprihatiningsing. Penerbit Deepublish)